Sabtu, 04 Juli 2009

Manfaat Mahoni

Pertama kali dikenal Mahoni dimanfaatkan sebagai pohon pelindung. Pohon tahunana yang dapat mencapai 25 meter tingginya, setelah di teliti ternyata banyak memiliki manfaat terutama bijinya yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa jenis penyakit, seperti tekanan darah tinggi ( hipertensi ), kurang nafsu makan, demam, kencing manis ( deabetes militus ), masuk angin, eksim, dan reumatik.

 

Untuk  meredam hipertensi, sediakan 8 gram biji segar, sedu dengan 2 gelas air panas. Setelah dingin disaring lalu dibagi menjadi dua bagian dan diminum pagi serta sore hari. Bisa juga dengan memasukkan setengan sendok teh ( ½  ) serbuk biji mohoni sedu dengan air 150 mili liter air panas tamabahkan satu sendok makan madu murni. Minum selagi hangat, lakukan 2 – 3 kali sehari.

 

Untuk mengurang kadar gula dalam darah, masukkan ½ sendok teh serbu biji mahoni kedalam air panas 100 mili liter. Diminum selagi hangat sebelum makan dan dilakukan 2 - 3 kali sehari.

 

Resep ini selain menurunkan kadar gula dalam darah juga mengakibatkan nafsu makan meningkat, menurunkan deman, dan meyembuhkan masuk angin.

 

Kadungan dalam biji mahani : Zat sapoin, dan Flanovoida. Kandungan Flanovoida berfungsi sebagai pelanacara aliran darah teritama mencegah penyumbatan salauran dan dan menurunkan kolesterol, mengurangi timbunan lemak pada dinding saluran darah, mengurangi rasa sakit adan pendarahan serta lebam. Zat ini juga bermanfaat sebagai anti oksidan dan mampu menyingkirkan radikal bebas, sehingga orang bebas kanker.

 

Sementara Sapon, mempu mencegar penyakit sampar, mengurangi lemak badan, meningkatkan sistem kekebalan, memcegah pembekuan darah, dan mengatur tingkat gula dalam darah serta menguatakan fungsi hati dan memperlambat pembekuana darah.

 

Dengan membiasakan mengkonsumsi biji mahoni, dapat diyakini orang dapat lebih jauh dengan hipertensi, diabetes dan penyakit lainnya, bahkan bisa membebaskan dari serangan kanker.


Jumat, 03 Juli 2009

pagi

pagi yang dingin menyambutku
sapaan sang surya yang belum begitu hangat
pagi pagi ku kali ini sangat berbeda
dingin sekali
hawa ini menusuk sampai ke dalam tulang tulangku
ku masih menikmatinya
hingga kehangatan datang menyelimutiku
dingin
kembali terasa
tapi apa daya tangan tak sampai untuk merangkul
ku sendiri lagi dan kembali sendiri
hujan pagi ini membuatku terpana
indah
elok
serta membuat musik nan indah
untuk kembali ingat
kepada-Nya

Kamis, 02 Juli 2009

inginku

ingin menjadi sang purnama malam ini
indah
anggun
tak sombong
banyah dikelilingi oleh sahabatnya
sang bintang bintang yang berkelip
membuatku iri
dengan segala ke indahannya
ku hanya dapat menatap dari kolong langit
sambil ku tersenyum penuh syukur
atas anugrah Tuhan dengan karunia mata ini
yang selalu dapat menatap dengan indah
warna warni dunia
tak banyak orang yang bisa menikmatinya . . .

Apa arti cinta ?

Apalah artinya mencinta jika yang aku cintai ternyata telah menghianatiku. Aku yang mulai tak percaya lagi akan makkna cinta dan saling mencintai. Aku yang terlalu beku olah kata-kata cinta. Yang ku rasakan semua akan kembali tapi apakah aku dapat meraskan semuanya kembali? It’s  all coming back to me? Sebuah pertanyaan yang akan selalu menghantui aku sampai aku dapat merasakan kembali rasa cinta itu. Rasa yang sangat indah namaun sangat sakit juga jika kita dilukainya. Kata cinta yang masih banyak diagungkan oleh sebagian orang yang masih memiliki cinta. Tapai apakah kamu masih layak untuk mencintai? Aku yang selalu takut dengan kata cinta. Cinta yang membuatku merana. Aku yang tak tahu harus kemana, mencari cinta sejatiku. Yang aku tahu sekarang adalah aku lalui semua ini dengan bahagiadan tersenyum wlau sebenarnya sangat pahit. Tapi aku harus tetap bahagia dengan semua ini. Kaena dengan kebahagian ini aku bisa merengkuh semua yang aku inginkan. Apa yang aku inginkan semua terpenuh dan terwujud walau tak sedikit waktu dan tenaga yang harus aku korbankan demi semua ini. Aku yakin semua akan terwujud secepat aku menginginkan yang ada dalam benakku. Aku percaya akan hal ini . . .

Rabu, 01 Juli 2009

ku nikmati

sang purnama memberika sinarnya
menerangi jalanku meniti pematang sawah
ku tatap kembali langit malam ini
kembali ku lihat sederet bintang yang membentuk rasi-rasi yang indah
ada orion, kemukus
aku tak hapal semuanya
dingin yang kurasakan
banyak binatang-binatang
yang mengelilingiku
ada nyamuk, jangkrik, kodok, kunang-kunang, ular, semut, belalang
yang bersuara merdu
tapi kenapa ku selalu dibilang binatang jalang?
kenapa?
apa karna sakit ku?

Sebuah catatan untuk Adrie

Salahkah aku jika aku mencintamu ?
Walau, ku tahu kamu telah membenciku ?
Tapi aku kan selalu menunggu walau harus menunggu kamu hingga seribuu tahun lamanya karena aku yakin kamu tak akan bisa melupakan semua yang ada !
Sekarang kamu bisa membenciku tapi aku akan selalu mencintaimu selamanya baik sekarang ataupun lima puluh tahun lagi.
Rasa cintaku selalu sama tak akan ada bedanya seperti pertama kali kamu menyatakan rasa sayang itu.
Ku ingin tahu apakah kamu menduakan aku dan bermain cinta di belakangku serta bersenang dan dari pertanyaan mu sepertinya kau takut ?
Aku tak akan meninggalkan mu dan cobalah kamu percaya padaku, Adrie . . . ! ! !
Cobalah percaya dan cobalah untuk setia
. . .

semua sama

 

Sudahlah aku menyerah dengan semua ini

Aku yang hanya seorang manusia yang tak berguna

Aku yang selalu membaut sakit banyak orang

Karena kehadiranku itu yang selalu tidak mereka inginkan

Aku yang tak tahu harus kenaman dan harus berbuat apa

Aku yang ingin semua bisa menhargai semua orang

Baik yang telah membenciku maupun yang masih suka dengan aku

Aku tak pernah membedakan semua hal

Semua sama tak ada yang beda sama sekali

Yang membedakan kita hanya nilai ke imanan

Kepada Tuhan yang menciptakan kita

Kita selalu sama di mata Tuhan

Tak ada perbedaan

Semua sama