Senin, 08 April 2013

Maha Kasih - Aku Bukan Banci Kaleng

Kita lebih suka menempatkan diri kita sebagai ‘Tuhan’, sehingga lebih sering mengutuk dan memvonis, ketimbang mengajak mereka kembali ke jalur Fitrah…….Mereka sejatinya ingin berubah. Peran kita sangat dibutuhkan… ”Yaa Allah, berikanlah aku kesempatan untuk mengasuh anak itu (Maya). Jadikanlah aku lelaki sejati Yaa Allah ” Begitu doa Zainuddin, seorang Lelaki yang berperilaku seperti wanita, yang diperankan dengan baik sekali oleh Aming dalam Film ’Aku Bukan Banci Kaleng’ (TPI, 25/09/2009). . Doa Zainuddin yang tulus, di bantu oleh doa khusyu Ibu Dina (Astri Ivo) dan didukung secara moral oleh Pak Ustadz (Yusuf Mansyur) serta motivasi Maya (Anak angkat Zainuddin) membuat Zainuddin bertekad kuat kembali menjadi lelaki sejati. Demi mewujudkan keinginan menjadi seroang Ayah dari Maya, anak yang diasuhnya sejak kecil, keinginan Zainuddin di jawab oleh Allah, sehingga Zainuddin bisa mempersunting Bu Dina (Ibunda Maya)…..menjadi lelaki sejati. Menjadi seorang Ayah yang didambakannya. . Kisah yang mengharukan. Film ini dengan sangat manies mampu memotret kondisi masyarakat secara utuh. Masyarakat yang tidak menerima kehadiran seorang laki-laki yang berperilaku seperti wanita. Masyarakat yang senang mengutuk dan memvonis langsung kata ’salah’ terhadap mereka yang kebetulan memiliki kelainan tsb. . Sayangnya kita lebih senang memposisikan diri kita layaknya ’Tuhan’ yang menyalahkan. Kita seolah seperti Raja yang dapat langsung memvonis…..kita sering lupa bahwa mereka, para mahluk Allah yang berperilaku ’berbeda’, juga ingin seperti manusia normal lainnya. Mereka membutuhkan bantuan kita selaku keluarga, teman, sahabat dan pemuka masyarkat untuk kembali ke jalur fitrah. Mereka memerlukan dukungan moral…bukan pujian, bukan pula tontonan. . Dalam film tsb dikisahkan juga ketika Umi (Nani Wijaya) mencari anaknya, Zainuddin yang kabur dari rumah, hingga ke Jakarta. Saat Umi mendekati seseorang yang dikira sebagai Zainuddin, orang tsb berujar bahwa banyak orang yang berperilaku seperti ’Banci’ kabur dari rumah karena perlakuan keluarga yang tidak baik. Karena keluarganya lebih banyak memvonis ketimbang membimbing. . —oooOooo— . Perilaku lelaki seperti wanita atau sebaliknya sebenarnya sudah ada sejak zaman nabi Luth. Seperti diantaranya tertuang dalan Al-Qur’an, Surat (Al-A’raaf : 80) dan (Al-A’raaf : 80). Sebagai seorang Rasul, Nabi Luth As memiliki tugas untuk membimbing ummatnya untuk kembali ke jalan Fitrah. Nabi Luth As Mengajak, menyeru dan mengabarkan dengan penuh kasih sayang. Penuh kebajikan dan kesantunan. . Berhasil atau tidaknya ajakan, seruan dan bimbingan tersebut beliau (Nabi Luth As) serahkan kepada Allah Swt, selaku Al-Kholiq dan Pemegang otoritas penuh atas segala jiwa mahlukNya. . Adakah diantara kita yang memiliki keluarga, teman, sahabat, tetangga yag berperilaku seperti itu. Perlakukanlah mereka layaknya anggota keluarga, anggota masyarakat, teman dan sahabat. Dukungan, bimbingan dan bantuan kita akan sangat berguna bagi masa depan mereka. . Mohon Maaf bila ada kesalahan kata, kalimat yang tidak berkenan atau tidak sesuai dengan redaksi yang sebenarnya.

Kamis, 04 April 2013

fiksi


aku duduk di atas tikar. tikar yang sama yang aku duduki selama lima tahun. disini, di depan kamar rumah susun ku. bukan, bukan kamarku. kalau aku mengakui ini adalah kamarku, berarti aku kalah, dan mereka menang. mereka membakar rumahku lima tahun yang lalu. mereka mengambil tanah kami untuk membangun rumah susun ini. mereka tidak memberikan ganti rugi. mereka hanya memberikan sebuah kamar di lantai 7, yang tidak pernah bisa menggantikan rumahku yang lama. bukan karena rumahku yang dulu adalah rumah yang besar. tapi aku membangunnya dengan tanganku sendiri. adi karyaku. satu-satunya adi karyaku yang pernah aku punya. pernikahanku bukan sekali sebuah adi karya. istriku bodoh. aku bodoh. kami bahkan tidak tahu bagaimana caranya berkomunikasi. kami tidak pernah bersekolah. mungkin karena itu. ketiga anakku juga bukan adi karya. anak laki-lakiku yang paling besar kini menghilang. dia menikam orang sampai mati ketika berumur 14 tahun, dan dipenjara. aku tidak tahu apakah ia sudah dibebaskan, atau belum. anakku yang kedua, tinggal di rumah, selalu di rumah, tidak pernah pergi ke luar. atau melakukan apa-apa. dia tidak bekerja, tidak sekolah, tidak ada satupun anakku yang sekolah. mungkin karena itu. anakku yang ketiga, perempuan. mungkin dia yang bisa mendekati sebuah adi karya.senyumnya manis, kulitnya bersih, sekalipun tidak pernah melakukan perawatan muka. perawatan muka apa ?! keluargaku makan saja sulit. sebentar lagi anak perempuanku akan pulang. dia telah menemukan jodohnya. seorang tukang ojek yang juga memiliki gerobak gorengan. anakku akan jadi orang, hidupnya akan lebih baik. hari ini, pacarnya dan keluarganya akan datang untuk meminang anakku. istriku dari pagi berusaha untuk membuatkau masuk. istri: “masuk dulu kenapa sih, ini buat anak elo!! nanti kalo keluarga pacarnya sudah pulang, elo boleh duduk disitu lagi !!” anak kedua: “atau pergi kemana dulu gih, nanti kalo mereka sudah pada pulang baru balik lagi” mereka tidak akan pernah mengerti. tidak ada orang yang bsia mengerti, kecuali anak perempuanku. cuma dia yang memahami aku. aku yakin dia tidak akan menyuruhku masuk. aku yakin dia tidak akan malu. waktunya semakin dekat, sebentar lagi anak perempuanku akan datang. aku tidak sabar untuk melihatnya, dia tadi pergi ke salon. kunjungannya yang pertama. …….. itu dia. ah.. dia caaaantik sekali, jauh lebih cantik dari biasanya. dia memang adi karyaku, yang paling memahami aku. aku yakin dia tidak akan keberatan aku terus duduk di depan rumah. anak ketiga: “pak ! masih disini aja, mau bikin aku malu ?! mau bikin calon mertuaku kabur ?!” anak ketiga: “itu orang tua bisa dipaksa masuk nggak sih ??!!!” ….. ….. …. aku yakin dia begitu karena hari ini adalah hari terpenting dalam hidupnya. aku tidak boleh egois. aku harus melakukan sesuatu. tapi apa? kalo aku masuk, berarti aku kalah, dan mereka menang. apa yang harus aku lalukan? apa? badanku terasa lemah, aku tak sanggup lagi berjalan jauh. kalau aku masih disekitar sini, mereka akan melihatku. dan anak perempuanku akan malu. apa yang harus aku lakukan? apa? ….. pembatas ini tidak terlalu tinggi. mungkin aku bisa memanjatnya. toh, badanku kini sangat ringan. hup, kini aku sudah ada diatasnya. satu….dua….tiga…..segalanya seperti dalam gerakan lambat. aku melayang, mungkin karena badanku terlalu ringan. apakah aku kalah? apakah aku menang? yang aku tahu tidak ada seorangpun yang akan kehilangan diriku.

Minggu, 31 Maret 2013

Saras Dewi - Jakarta Raya

berjauhan dikala ini bersama dikau Jakartaku
tempat langkahku selalu menari
air mata jatuh tak terkekang di Jakarta

dengarlah sayup mereka angan tiap insani
semangat yang kau desak, hawa herois itu Jakarta

rindu rengkuhan jiwa terpinggirkan
rimba kehidupan sepi
wajah manusia yang terus menyair kisahku

terbawa derita mereka
terhanyut tangis mereka
sesak mereka
maupun tawa pasrah itu

Saras Dewi feat Gus Angga - Selalu dihjalan-Nya

Pagi indah malam bertabur bintang
Sempurna hidup Hyang Widhi ciptakan
Bunga dimekarkan Bayu dihembuskan
Mulia kasih Hyang Widihi sebarkan

Mengapa kasih disiram kebencian
Nafsu dan marah belit kehidupan
Sadarilah wahai umat sedharma
Agar kegelapan tak kan tercipta

Nyalakan api jiwamu
Terangi jiwa damai
Kembali sujud pada-Nya
Selalu dijalan-Nya

Mengapa rela sakiti sesama
Bukankah isi dunia ciptaan-Nya
Sadarilah wahai umat sedharma
Agar kegelapan takkan tercipta

Rabu, 27 Maret 2013

Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran Patuk Gunung Kidul with mami and tante





















chord Saras Dewi - Lembayung Bali

Saras Dewi – Lembayung Bali

INTRO:     F   Eb   Dm   Am/C   C   Bb   F/A
               Gm   C7   F
F                       F/A                  Bb   C7           F
Menatap lembayung di langit Bali dan kusadari…
                      F/A                Gm   C7
Betapa berharga kenanganmu…
F               F/A              Bb
Di kala jiwaku tak terbatas
                    F/A                  Gm        C7
Bebas berandai mengulang waktu…
REFF1:                      F             C/E       Dm
               Hingga masih bisa kuraih dirimu
                                   Am/C         Bb              Gm   C7
               Sosok yang mengisi kehampaan kalbuku…
                      F            C/E             Dm
               Bilakah diriku berucap maaf
                                 Am/C          Bb
               Masa yang t'lah kuingkari
                                  F/A     Gm      C7      F
               Dan meninggalkanmu….ouo.. cinta..
INTRO:     C7   F
F                       F/A                   Bb      C7                 F
Teman yang terhanyut arus waktu mekar mendewasa
                    F/A             Gm   C7
Masih kusimpan suara tawa kita
F                    F/A              Bb
Kembalilah sahabat lawasku
                        F/A             Gm  C7
Semarakkan keheningan lubuk…
REFF2:                      F             C/E       Dm
               Hingga masih bisa kurangkul kalian
                                  Am/C         Bb             Gm   C7
               Sosok yang mengaliri cawan hidupku
                                 F             C/E       Dm
               Bilakah kita menangis bersama
                                 Am/C          Bb
               Tegar melawan tempaan
                              F/A     Gm     C7         F
               Semangatmu itu…… uouo.. jingga
INTRO:     F   C/E   Dm   Am/C   Bb   Gm   C7
               Fm  Eb   Am   Dm   Gm    C7   F   Bb
REPEAT: REFF1
REFF3:    C#                     F#            C#/F       D#m
               …….Hingga masih bisa kurangkul kalian
                                A#m/C#      B             G#m  C#7
               Sosok yang mengaliri cawan hidupku
                                 F#            C#/F       D#m
               Bilakah kita menangis bersama
                               A#m/C#        B
               Tegar melawan tempaan
                             F#/A#     G#m   C#7      F#
               Semangatmu itu…… uouo.. jingga
REFF4:    D                         G                D/F#           Em
               ……..Hingga masih~ bisa kujangkau cahaya
                                     Bm/D           C             Am    D7
               Senyum yang menyalakan hasrat diriku~
                      G              D/F#             Em
               Bilakah kuhentikan pasir waktu~
                             Bm/D             C
               Tak terbangun dari khayal
                         G/B    Am      D7      G      Eb   G
               Keajaiban ini …… uouo.. mimpi~~
G                          C
Andai ada satu cara
                         Am                          D
Tuk kembali menatap agung suryamu
                     G     F       G    F   G
Lembayung Bali…… uouo~

Rabu, 20 Maret 2013

A journey to Gunung Api Purba Nglanggeran

 Watching the gorgeous sunset from the top of a mountain is a very special moment that not everyone can enjoy. The extreme route, unpredictable weather, hard track, and long distance become the obstacle for many people to go mountain climbing. However, you don't need to deal with those difficulties when you go to Mount Nglanggeran in Patuk, Gunungkidul. It only takes 1 to 1.5 hours tracking, you will get its western peak, which is called Mount Gede. Beautiful landscape will be in front of you. You will see the spread of clouds, a range of mountains forming unique shape, housing, and also green field. When the day is getting dark, Yogyakarta will look like the ocean of light. The twinkling of the stars and the sparkling of the lamps in distance becomes romantic scene for those who have camping activity there.

Mount Nglanggeran is an ancient volcano that used to be active million years ago. Located on Baturagung karst area, Nglanggeran was lithologically formed by old volcanic material fragment. It has two peaks, namely western and eastern peak with a caldera in the center. Nowadays, Nglanggeran is a range of huge rocky mountain which has exotic view, unique shape and names, and also history behind it. The mountains in the range are usually named based on their shape, for example Mount 5 Jari, Mount Kelir, and Mount Wayang.

-------
Terima kasih kepada Allah SWT yang telah melimpahkan karunia dan rizky-Nya kepada seluruh team, Muhammad Khoirul Wahdin yang telah membuat photoslide dan beberapa editan, Muhammad Mustaqim Nur Cahyo untuk tiket masuk + pakir di obwisnya, Tupperware Indonesia untuk eco bottol dan kotak bekal, I-Radio Network untuk cinta Indonesianya, Wonderful Indonesia yang mengajak mencintai keanekaragaman Indonesia, Phantom GameCenter untuk koneksi internetnya dan pc untuk editing, Mahendra untuk software penggabung videonya, untuk Keluarga Besar SMA Islam 1 Yogyakarta dan Muin terima kasih atas dukungannya . . . selamat berwisata, Cintai Pariwisata Indonesia dan Jaga Lingkungan dengan mengurangi sampah plastik :)