Senin, 24 Februari 2014

Mengungkap Seder Kebaikan Teh

Budaya minum teh sangat mengakar di Indonesia. Itu bukan sekadar kebiasaan penghilang penat di sore hari. Teh juga membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah dan menurunkan kolesterol.

Namun, meraup sehat dari secangkir teh tak bisa sembarangan dilakukan. Misalnya, riset menunjukkan, manfaat maksimal teh hanya bisa diperoleh melalui konsumsi rutin: 4 sampai 6 cangkir per hari.

Selain itu, masih ada aturan lain yang harus “ditaati” agar manfaat teh dapat dirasakan optimal oleh tubuh. Menurut pakar diet klinis, Emilia E Achmadi, berikut hal yang harus diperhatikan saat mengonsumsi teh.

Seduh satu kali

Hasil seduhan kedua sudah tak lagi menyimpan nutrisi dan mineral yang terkandung dalam teh. “Satu kali penyeduhan adalah proses mencapai keseimbangan rasa yang tepat, serta manfaat kesehatan, seperti kandungan antioksidan dan asam amino pada teh,” ujar Emilia. Jangan merasa sayang atau terlalu hemat dengan menyeduh teh berulang-ulang.

Perhatikan porsi

Penting memperhatikan porsi, agar asupan nutrisi teh mencukupi kebutuhan tubuh. Perhatikan pula untuk tidak menggunakan teh secara berlebihan. Untuk satu cangkir teh, diperlukan sebanyak 250cc air. Selain itu, teh yang digunakan pun cukup satu sendok teh untuk sekali seduh.

Hindari merebus teh

Cukup menyeduh teh dengan air panas, jangan merebusnya di atas kompor. Sebab, itu melenyapkan nutrisi yang terkandung di dalamnya. “Suhu 100 derajat Celsius membuat zat-zat yang baik dalam teh hilang,” lanjut Emilia.

Perhatikan suhu air

Emilia menambahkan, saat air mendidih, jangan langsung dipakai menyeduh teh. Diamkan dulu hingga suhunya berkisar antara 85 hingga 80 derajat selsius. Itu merupakan suhu terbaik untuk menyeduh teh. Air yang terlalu panas, akan menghilangkan kandungan baiknya.

Segera diminum

Setelah diseduh, teh sebaiknya tidak didiamkan terlalu lama dalam keadaan terbuka. Sebab, proses oksidasi akan menghilangkan kandungan sehatnya. Jika tidak diminum sampai habis, simpan teh dalam lemari es dengan kondisi tertutup. Suhu dingin akan menjaga kandungan antioksidannya.

Cara penyimpanan

Cara menyimpan teh harus diperhatikan, agar teh tetap segar saat akan dikonsumsi. Untuk itu, simpan teh di dalam lemari es dengan kemasan yang aman bagi kesehatan. Begitu juga dengan teh dalam kemasan siap saji.

Rabu, 19 Februari 2014

Apa itu Lahar Hujan dan Lahar Letusan?

Dalam istilah vulkanologi dikenal ada dua jenis lahar yaitu lahar hujan dan lahar letusan.


Lahar hujan adalah lahar yang disebabkan oleh air hujan yang bercampur material erupsi/letusan (batu, abu, kerikil hingga batu besar) bergerak mengikuti alur lembah dan atau sungai yang berhulu di puncak gunung api. Lahar hujan bisa panas jika materialnya dari awan panas dan dingin jika materilanya bukan awan panas.

Lahar letusan adalah lahar hasil letusan gunung api yang menyemburkan air dalam kawah bercampur abu, kerikil, batu-batu dan lainnya. Lahar letusan terjadi pada saat erupsi gunung api yang mempunyai danau kawah. Lahar letusan pasti panas.

Senin, 17 Februari 2014

seputar ancaman debu vulkanik

- debu vulkanik letusan gunung berapi umumnya hasul dan berukuran sangat kecil, kurang dari 10 mikron

- debu berukuran kurang dari 5 mikron dapat menembus saluran pernapasan bagian bawah atau organ paru-paru

- paparan debu tersebut berpotensi mengganggu pernapasan

- efek atau dampak debu vulkanik juga ditentukan oleh partikel pendukungnya

- debu yang disertai kristal silika menimbulkan dampak lebih merusak dan menyebabkan gangguan pernapasan berat

- debu vulkanik yang disertai hawa panas dapat membawa debu piroklastik dengan permukaan tidak teratur dan cenderung tajam.

- gangguan akibat debu piroklastik ini bisa menyebabkan kematian karena luka pada saluran pernapasan

- debu vulkanik lain yang patut diwaspadai adalah yang disertai oleh gas CO, H2S, SO2 dan bersifat asam

- dampak debu vulkanik bagi kesehatan terbagi dua, yaitu efek akut dan kronik

- efek akut terbagi menjadi efek iritasi saluran napas, efek infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan efek kesulitan bernapas pada penderita gangguan paru sebelumnya seperi penyakit asma

- efek kronik terjadi setelah terpapar bertahun-tahun, ditandai dengan adanya penumpukan abu silika dalam paru yang disebut silikosis

- penderita akan mengalami penurunan fusngsi paru dan penyakit patu obstruktif kronik

Apa Itu Istilah Gawat dan Darurat ??

Dua istilah yang sebenarnya berbeda dalam pengertian namun umumnya dipahami oleh masyarakat sebagai satu-kesatuan adalah istilah Gawat dan Darurat. Hal ini tidak mengherankan, karena di rumah sakit – rumah sakit besar umumnya ada Unit yang disebut dengan Unit Gawat Darurat (UGD), sehingga masyarakat cenderung mengenal kedua istilah ini sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Sebenarnya terdapat perbedaan mendasar antara istilah Gawat dan Darurat. Mau tau? Yuk kita simak bersama-sama.

Dalam dunia medis, suatu keadaan disebut gawat apabila sifatnya mengancam nyawa namun tidak memerlukan penanganan yang segera. Contoh untuk keadaan ini adalah: pasien yang menderita penyakit kanker. Penyakit kanker adalah penyakit yang bisa mengancam nyawa seseorang, namun tidak terlalu memerlukan tindakan sesegera mungkin (immediate treatment). Biasanya keadaan gawat dapat dijumpai pada penyakit-penyakit yang sifatnya kronis.

Suatu keadaan disebut darurat apabila sifatnya memerlukan penanganan yang segera. Contoh untuk keadaan ini adalah: baru saja digigit ular berbisa, sedang mengalami pendarahan hebat, tengah menderita patah tulang akibat kecelakaan, kehilangan cairan karena diare hebat, dsb. Meskipun keadaan darurat tidak selalu mengancam nyawa, namun penanganan yang lambat bisa saja berdampak pada terancamnya nyawa seseorang. Biasanya keadaan darurat dapat dijumpai pada penyakit-penyakit yang sifatnya akut.

Keadaan gawat dan darurat dapat juga terjadi bersamaan. Dalam hal ini, nyawa pasien benar-benar dalam keadaan yang mengkhawatirkan dan diperlukan penanganan yang segera terhadapnya. Contoh untuk kasus ini adalah seseorang yang telah menderita penyakit jantung dalam waktu yang lama dan tiba-tiba saja mendapatkan serangan jantung (heart attack).

Terkait dengan terapi akupunktur, maka akupunktur kurang tepat jika diterapkan pada keadaan darurat yang memerlukan penanganan fisik sesegera mungkin. Jika keadaan Anda darurat, maka tetaplah datang ke UGD terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Terapi akupunktur dapat Anda jalani setelah keadaan darurat tersebut berlalu.

By the way, hmmm… kalau dipikir-pikir, berarti seharusnya istilah yang tepat untuk penanganan keadaan darurat di rumah sakit-rumah sakit adalah Unit Darurat yah… seperti di luar negeri yang dikenal dengan istilah ER (Emergency Room). Any idea kenapa kira-kira di Indonesia jadinya Unit Gawat Darurat?

Jumat, 14 Februari 2014

Tips Untuk Mengatasi Abu Vulkanik

Untuk saudara yang berada di daerah/ zona hujan abu vulkanik. Karena sifat abu vulkanik dapat menyusup semua bangunan paling tertutup rapat dan mesin dan seringkali cukup kecil (kurang dari 10 mikron) yang perlu diwaspadai jangan sampai terhirup dalam paru-paru. Huja abu jatuh di wilayah yang luas dapat menganggu perjalanan selama berhari-hari kadang menjadikan kita frustasi tapi kita harus tetap menjaga kesehatan.

Pemadaman listrik dapat terjadi sebelum, selama, dan setelah jatuh abu baik karena kegagalan peralatan atau karena fasilitas untuk sementara dimatikan untuk mencegah kerusakan. Setelah itu, seringkali angin menimbulkan abu untuk terbang bebas dan liar apalagi terbawa oleh kendaraan yang melintas baik yang dibawa oleh kendaraan relawan atau pengguna jalan. Jadi, sebaiknya kita menahan diri dari menggunakan kendaraan bermotor jika tidak perlu dalam rangka mengurangi dampak yang diakibatkannya.


Kita, jika tidak memberikan solusi, jadilah minimal bukan bagian dari masalah, jika ini bisa lakukan: to be the no impact man. Jadilah orang yang tidak menambah masalah adalah hal baik untuk dilakukan.

Untuk itu di bawah ini penulis sampaikan beberapa prinsip-prinsip umum akan mengurangi efek abu vulkanik yang sampai sekarang menjadi masalah sekitar Merapi, semoga ini adalah manfaatnya bagi kita semua:


1. Jauhkan abu vulkanis sebisa mungkin dari bangunan, mesin, kendaraan, pasokan air minum dan kamar mandi. Metode yang paling efektif untuk mencegah dampak adalah dengan menutup, menutup atau segel peralatan sampai abu hilang dari lingkungan sekitarnya, namun ini mungkin tidak praktis dalam semua kasus, terutama untuk fasilitas penting.


2. Minimalkan penyebaran abu di udara dan tubuh kita dengan menggunakan masker debu atau filter (atau kain basah, misalnya saputangan) dan mengurangi perjalanan terutama yang menggunakan kendaraan.


3. Mengkoordinasi bersih-bersih kegiatan dengan tetangga dan operasi masyarakat luas (belajar bersih-up pedoman dan instruksi dari masyarakat lokal dan para pemimpin). Setelah jatuh abu, segera memberitahu pemilik bangunan untuk menghilangkan abu dari atap pada waktu yang tepat untuk mencegah masuknya ke tempat seperti air bersih dan melalui pernafan kita-paru-paru.


4. Carilah informasi sebanyak-banyaknya dari aktivitas gunung berapi di wilayah Anda, khususnya selama masa darurat, dan tahu apa yang diharapkan, termasuk jenis letusan yang dapat terjadi dan berapa banyak peringatan mungkin untuk jatuhnya abu di daerah Anda setelah letusanterjadi. Pelajari tentang prosedur evakuasi, jika ada, di wilayah Anda.


5. Siapkan untuk keadaan darurat dengan memiliki perlengkapan kritis dan persediaan yang dibutuhkan untuk mendukung keluarga Anda dan masyarakat untuk setidaknya beberapa hari, misalnya, makanan, air, obat-obatan, dan tempat tinggal, masker debu dan peralatan perlindungan lainnya seperti kendaraan angkut.


6. Memberikan informasi sering dan langsung kepada masyarakat tentang abu vulkanik, termasuk petunjuk untuk berpartisipasi dalam operasi bersihbersih dengan menyiram air ke jalan dan sebagainya.


7. Tetap waspada dan berdoa untuk keselamatan semua. Jaga diri, jaga kesehatan, menolong diri sendiri agar bisa menolong orang lain.

Kamis, 13 Februari 2014

Management Logistik

Apakah yang dimaksud Management Logistik??

Mungkinkah sebuah mata kuliah baru dalam bidang management. Ataukah sebuah event organizer yang berhubungan dengan makanan…. Pertanyaan itulah yang mungkin pertama terbayang dalam benak kita untuk kata-kata diatas. Mungkin sebuah definisi yang ribet.

Management Logostik cuma sebuah upaya bagi kita untuk mencari bahan-bahan makanan ataupun barang substitusinya yang berbobot (dari segi nutrisi, kalori, dan ukuran packing). Supaya  efisient, ekonomis, dan tidak terlalu berat untuk dibawa mobile dalam tas keril kita.

Dari pengalaman di lapangan, sering teman-teman saya mengeluh tas kerilnya berat; sudah bawa tenda, equipment pribadi, ponco, stock makanan untuk beberapa hari, mana jalannya nanjak lagi. “jadi pengen sewa porter saja kalau tahu naik gunung rasanya kaya gini….” celoteh teman saya saat mendaki gunung arjuna via Purwosari.  Padahal kalau kita mau berpikir lagi, sewa porter bukanlah solusinya. Sebab, selain kita mesti bayar uang, “The sense of hiking”nya kurang kalau tanpa menggendong keril berat dibelakang.


Ada juga yang pernah bilang, “Tas’nya  ditinggal disini saja yaa……biar pendaki lain yang bawain” wkakakakaka……..itulah keluhan dari beberapa teman saya yang saking berat tasnya, sang empunya jadi malas membawanya.

Dari riset saya; ada beberpa sebab tas kita terasa berat saat kita bawa :
1. Barang bawaan yang berlebihan
2. Packing kita yang salah
3. Kita yang sudah lelah
4. Atau memang tas kita yang jelek (whehehehee…)

Point ke satu dari empat pilihan diatas adalah yang akan saya bahas dalam posting kali ini, Bagaimana cara kita meminimalisasi barang bawaan kita untuk memperingan tas keril. Dengan catatan, tidak untuk dikurangi, tetapi di-substitusi dengan list lain yang bisa lebih ringan, efisien, compact dan ekonomis. Terutama dari segi Logistik alias stock makanan.

Logistik adalah sesuatu yang vital untuk setiap pendakian ataupun ekspedisi. Kalau seandainya manusia, logistik adalah alat vitalnya, yang sangat mendukung untuk kelanjutan perjalanan dan perkembang biakan. Suskes tidaknya pendakian kita, logistik pula’lah yang menjadi kunci keberhasilannya. Kalau seumpama stock logistic kita habis ditengah perjalanan, sangat tidak mungkin untuk memakasakan diri meneruskan perjalanan hingga puncak. Kalaupun dipaksakan itupun sangat beresiko.

Kadang sekalipun sudah makan, perut rasanya masih lapar, serasa tidak ada energi untuk meneruskan perjalanan sampai camp berikutnya. Apalagi ditambah dengan cuaca yang sedang tidak bersahabat, medan yang extreme dan track yang licin. semakin membuat nyali kita ciut untuk meneruskan perjalanan, bahkan tak jarang ada juga yang memilih turun. Adakah yang salah?. makan sudah, ngopi juga sudah, stock juga mencukupi tetapi rasanya sangat tidak  cukup untuk men-support aktivitas perjalanan kita.

“Itulah yang terjadi apabila kita kurang memahami kesinambungan antara kandungan Kalori dalam makanan kita dengan kebutuhan aktivitas sehari-hari kita.” kurangnya tenaga dan lemasnya tubuh salah satu dampaknya, sebab apa yang kita makan tidak cukup untuk dibakar menjadi energi untuk mengimbangi aktivits kita. Tidak tergantung dari porsi dan kuantitasnya, melainkan kualitas makanan kita.

Idealnya, untuk mengetahui jumlah kalori yang kita butuhkan per-harinya, ada rumus simple sebagai berikut :

(Berat Tubuh/kg) x 2 x 15 -500 = *Untuk anda dengan aktivitas santai

(Berat tubuh/kg) x 2 x18 – 500 = *Untuk anda dengan aktivitas Full

(Berat tubuh/kg)x2 x 25 – 500 = *Untuk anda dengan aktivitas Sport

Contohnya,
berat tubuh saya 70 kg, maka dalam aktivitas pendakian. Saya butuh kalori sebesar…..
(70kg) x 2 x 25 – 500 =3000kalori

Karena, pendakian masuk dalam kategori aktivitas olahraga. Jadi jumlah kalori ideal yang saya butuhkan untuk menunjang aktivitas pendakian per-harinya adalah seperti jumlah yang tertulis diatas. Itu untuk jumlah idealnya, namun ada baiknya saya mencari range bahan makanan yang mengandung nilai total kalorinya diatas angka tersebut. Sedangkan, apabila anda sedang diet, maka patuhi nilai dalam hitungan diatas demi mendapatkan hasil yang maksimal. Perlu diingat, jumlah diatas bukanlah angka menimal, melainkan angka tersebut adalah jumlah yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung aktivitas rutin kita. Dan bisa dikira-kira sendiri, apabila kita akan melakukan perjalanan dari basecamp ke basecamp berikutnya dengan menggendong tas keril dibelakang sepanjang hari, ada baiknya mencari konsumsi bahan makanan yang nilai total kalorinya diatas itu. Rumus diatas tidak pernah ada dalam cakupan materi pendidikan pecinta alam maupun survival, melainkan saya pelajari dari hasil search dan riset langsung tentang ilmu Gizi. Terutama bagi orang-orang yang sedang diet

Pemilihan yang pas serta perkiraan akan lamanya perjalanan mutlak dibutuhkan untuk mendapatkan bahan makanan dan bahan substitusinya yang  mudah diolah, efisien dalam packingnya, bernilai gizi tinggi serta ekonomis dalam pembelanjaannya agar tas kita jadi isi tas tak terlalu besar plus belanja logistik kita tidak membengkak. Inilah yang saya namakan dengan “Management Logistik”


Selamat Bepetualang,

Selasa, 04 Februari 2014

Mengungkap Sederet Kebaikan Teh Hitam


 Di kalangan masyarakat Indonesia, teh begitu digemari. Berbeda dengan kopi, kadar kafein dalam teh lebih rendah. Manfaat kesehatannya pun cukup banyak.

Semakin hari, beragam jenis teh semakin terungkap. Masyarakat tak hanya menikmati teh biasa. Teh oolong, teh hijau, sampai teh putih juga mulai dieksplorasi.

Satu lagi teh yang wajib coba. Yakni, black tea atau teh hitam. Dibanding teh jenis lain, ia lebih teroksidasi. Rasa teh hitam bisa bertahan selama bertahun-tahun, melebihi teh hijau.

Teh hitam berasal dari tanaman Camellia Sinensis. Dalam bahasa Tionghoa, teh hitam juga disebut teh merah karena air tehnya yang berwarna merah gelap.

Namun, nama teh hitam bisa pula merujuk ke warna daun yang teroksidasi. Seperti yang lainnya, teh hitam juga punya sederet manfaat untuk tubuh.

Mengutip Times of India, berikut keuntungan mengonsumsi teh hitam.

- Mengandung kafein yang sangat rendah, sehingga baik untuk sirkulasi tubuh.

- Kandungan fluoride-nya bermanfaat bagi kesehatan tulang dan mulut.

- Mengandung flavonoid, sama seperti apel.

- Kaya antioksidan, ampuh melawan bakteri serta menguatkan sistem imun tubuh.

- Mampu menyeimbangkan tingkat hormon dan efektif meredakan stres.

- Mengandung zat-zat anti inflamasi yang bisa membantu memperbaiki pencernaan.

- Mampu menyeimbangkan tingkat kolesterol, sehingga menurunkan risiko stroke.

- Membantu menghilangkan kantung mata. Caranya: simpan dalam lemari es, letakkan di atas mata.