Minggu, 07 Juni 2009

Ketakutanku

Aku mau sendiri
Menatap sang mentari dan sang purnama
Yang setiap saat datang memberikan ku semangat 
Semangat untuk yang lebih abik lagi
Aku yang selama ini hanya menerima apa adanya 
Yang kini aku rasakan hanyalah
Sebuah perasaan yang hampa
Tanpa ada rasa cinta
Tapi rasa yang ada di dalam hati ini 
Hanya ada untuk dia 
Dia yang selalu ada dalam hati ini
Walau sakit yang selalu di berikan
Buatku itu adalah kebahagian
Yang akan dia berikan entah kapan
Aku hanay pasrah kepadanya 
Karena usahaku selama ini 
Belum ada yang berarti buat dia
Tak terasa air mata telah membasahi
Semua yang ada ada . . .
Apakah aku memang tak pantas
Untuk kau sayangi ?
Untuk apa kamu bilang sayang jika kamu
Tak dapat setia
Semua yang aku tulis ini tak ada paksaan
Aku memang membutuhkanmu
Tapi apakah kamu juga membutuhkanku ?
Selama ini kata itu yang menjadi perttanyaanku 
Walau ini semua mungkin hanya ketakutanku saja 


terdampar

Ku terdampar
Tak tahu dimana
Sekelilingku begitu bersih tanpa ada noda
Hijau merona
Memancarkan ke indahan
Sejuk damai di dalam hati
Sejak kapan aku mendapatkan rasa ini
Rasa yang jauh sekali dan hampir sama sekali
Belum pernah aku rasakan 
Aku yang sekarang sadar
Bahwa aku hanya tertidur di halam rumah ku . . .
Ah jadi malu . . .


sampai kapanpun

Siang yang terik kembali datang 
Sang matahari memberikan kehangatan 
Hangat yang memberikan kekuatan 
Kepada yang akan membangun sebuah relasi
Relasi berkawan yang baik dan menguntungkan
Aku yang sedari tadi hanya diam
Diam karena aku tak tahu harus berbuat apa
Yang sekarang aku pikirkan hanyalah sesuatu 
Sesuatu yang akan baik dan akan berjalan dengan normal
Aku yag selama ini hanya diam
Diam menunggu
Menunggu akan jawaban
Yang aku mau hanya itu dari kamu
Wahai orang yang aku sayangi
Aku hanya akan diam dengan hal ini
Yang kini aku tahu dari semua adalah
Aku hanya dibohongi oleh mereka
Aku sayang tapi jarak yang membuat kita jauh
Aku hanya dapat bermimpi dengan semua yang ada
Mimpi dan rindu ini akan membunuhku disaat aku hina
Sendiri sendiri dan sendiri
Aku ingin kamu ada disampingku
Sampai kapanpun 


Menunggu

Kembali sendiri disni
Aku menunggu
Menunggu akan datangnya dirinya
Dirinya yang siap menghangatkan diriku
Aku yang selalu setia akan kedatangannya
Walau aku sendiri tak tahu kapan dia datang
Aku hanya menunggu
Menunggu hingga dia datang
Yang sekarang aku lakukan hanya untuk dia
Dia yang selalu datang dalam mimpi-mimpiku
Aku tak tahu harus mencari dimana
Sejenak ku merenung
Menunggu akan datangnya
Sang sinar yang akan menuntunku
Menuntun ke dalah hal yang benar
Aku tak tahu harus sampai kapan 
Menunggunya . . .


Sabtu, 06 Juni 2009

terasa

malam semakin larut
udara semakin dingin
embun pagi mulai menetes dari daun
gelap malam ini sangat terasa
apa lagi setelah aku tau bahwa dia
tak dapat menemaniku
ku hanya memandang jauh kedepan
kedalam angan-angan yang ingin aku wujudkan

sepi

Sore yang dingin
Kembali menyergap ku
Air yang telah membasahi daun dan tanah
Memberikan suasana yang indah kepada sang purnama
Sang purnama yang mulai tersenyum menyabut sang binta
Yang berkelip memberikan ke indahan
Indah pada saat diluar hanya ada kegelapan
Kunang-kunangpun bertebangan
Memberikan suasana yang semakin indah
Kerlipnya yang membuat indah
Sangat indah dibandingkan cahaya lampu
Indahnya bagaikan cahaya lilin yang abadi
Abadi seperti kata cinta
Yang terkadang membuat kita terluka
Tersakiti
Bahagia
Tapi apakah kita akan menjadi seperti ini
Akan selalu tertindas dan teraniyaya


Nina Tamam - Ya Ya Ya (Aku Bahagia)





mungkin ini saatnya
aku beri jawaban
semua pertanyaanmu
kini akan ku jawab

dengarlah aku bicara
karna takkan ku ulangi lagi

ya ya ya aku terima
dirimu jadi teman hidupku
ya ya ya aku bahagia
aku berjanji setia padamu

semua yg ku katakan
tanpa ada paksaan
aku butuh dirimu
kau pun membutuhkanku

ya ya ya