Tampilkan postingan dengan label lembayungbali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lembayungbali. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juni 2011

Saras Dewi - Termanis




Kau datang hilangkan
Mendung yang selalu menaungi jiwa

kau pijaran Jingga
Nyala yang menerangkan gulita kalbu


Tak kuduga mimpiku tlah terwujud
Kau disini tuk lindungi
Jawaban atas cemas hati


Kutahu kalian tiada pernah bisa memiliki aku
Tetapi arti cintamu teristimewa


Kau yang termanis di dalam kisahku
Suara kepercayaan hati
Kau sibak kenyataan
Meskipun getir


Kau yang termanis di dalam kisahku
Ajari makna kehidupan
Perjuangkan angan tiada putus asa
Bijakmu kawan yang menuntunku


Kau pijaran jingga
Nyala yang menerangkan gulita kalbu

Tak kuduga mimpiku tlah terwujud
Kau disini tuk lindungi
Jawaban atas cemas hati

Minggu, 02 Januari 2011

Kuta

lagu itu terdengar kembali
dipesisir pantai ini
menjelang senja
menjelang datangnya lembayung sore ini
aku dan dia
dia yang kini entah dimana
bercanda dalam kenangan yang begitu indah
mengalirkan hasratku
namun kini harus terpisah
besisah karena kita harus pulang
dan entahlah kapan kita bisa bersama kembali
senyum itu kini hanya tinggal kenangan
yang kini hanya meninggalkan sebuah asa
ingin ku miliki
tapi tak akan bisa
biarlah semua menjadi . . .

Minggu, 31 Oktober 2010

Lembayung Bali - Saras Dewi ( 30 April 2002 )




Lambayung Bali - Saras Dewi ( 30 April 2002 )

Menatap lembayung di langit Bali
dan kusadari
betapa berharga kenanganmu

Di kala jiwaku tak terbatas
bebas berandai memulang waktu

Hingga masih bisa kuraih dirimu
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku

Bilakah diriku berucap maaf
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
oh cinta

Teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa
masih kusimpan senda tawa kita
kembalilah sahabat lawasku
semarakkan keheningan lubuk

Hingga masih bisa kurangkul kalian
sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
tegar melawan tempaan semangatmu itu
oh jingga

Hingga masih bisa kujangkau cahaya
senyum yang menyalakan hasrat diriku

Bilakah kuhentikan pasir waktu
tak terbangun dari khayal keajaiban ini
oh mimpi

Andai ada satu cara
tuk kembali menatap agung surya-Mu
lembayung Bali