Tampilkan postingan dengan label nyata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nyata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 April 2012

pertempuran hati

" telah sering ku utarakan apa yang menjadi pendirianku namun apakah kalian mengerti ? apakah kalian peduli ? jawabannya tidak bukan, kalian sibuk membandingkan aku dengan mereka yang kalian anggap sukses "


jujur sebenarnya aku sakit ketika kalian perbandingkan, ketika aku sadar bahwa aku seperti tak dianggap. pekerjaanku memang tak berprofit seperti mereka. harusnya kalian juga mengerti kenapa aku memilih jalan yang ini. apa yang kalian berikan kepadaku semenjak kalian berpisah. aku menjadi dewasa lebih cepat dibandingkan mereka. terkadang aku juga merasa iri ingin seperti mereka yang selalu dapat apa yang mereka inginkan, tanpa bersusah payah. sedangkan aku hanya untuk menikmati sebuah sepeda butut aja aku harus berusaha keras mengumpulan koin-koin untuk membelinya karena ku tahu saat ku meminta kepada kalian mesti kalian menolaknya apalagi jika aku meminta motor, semakin mengada-ada jawaban kalian. 

bahkan ketika aku ingin membuka usaha dan butuh modal beberapa ratus ribu rupiah aja tidak kalian berikan. malah kalian mencaci kepadaku dan tak percaya akan usaha yang ku buat yang notabene aku ini adalah anak kalian. aku tak ingin membuat kalian repot dengan semua keinginanku tapi terkadang kalian yang membunuh apa yang menjadi keinginanku. asakupun sepertinya tak boleh melayang diatas sana, sedangkan pemikiranku tak ingin sama dengan kalian. aku ingin lebih baik lagi tanpa merepotkan kalian namun apa yang menjadi keinginanku itu malah kalian hancurkan tanpa sisa sama sekali, lebur kembali bersama tanah dan ucapak kalain kepada teman-teman kalian.

hingga ku putuskan, aku meninggalkan dunia yang menurut kalian mewah. dunia kepenyiaran dan jurnalistik. dunia yang sempat melambungkan namaku diatas sana walau bukan dikota tercinta ini, bukan disini tapi dikota pahlawan sana. harusnya kalian juga mengerti kenapa aku meninggalkan dunia itu dan kembali kesini didunia yang sama namun hanya beberapa bulan saja katena aku tau kalian selalu berpendapat bahwa dunia itu penuh dengan harta yang melimpah, pemikiran kalian salah, tak sepaham denganku. kini, ketika ku sadar bahwa masa remajaku telah hilang karena harus mandiri apakah kalian peduli ? tetap tidakkan. 

setelah lama aku meninggalkan dunia tersebut sekarang kalian telah mengetahui dari saudara kalian yang bekerja diduniaku dahulu.

kalia baru tersadar bukan bahwa pendapat selam beberapa jam hanya dihitung dalam belasan ribu rupiah yang dulu pernah kalian pikir hingga  ratusan ribu rupiah. 

aku tak pernah silau dengan pendapatan itu dan aku selalu bersyukur dengan apa yang telah Tuhan berikan kepadaku, bukankah kalian yang mengajariku untuk selalu bersyukur kepada-Nya, selalu berbagi atas apa yang kita miliki, tapi kenapa kenapa sekarang kalian melupakan apa yang kalian ajarkan kepadaku ?

 

Kamis, 26 April 2012

Jangan samakan aku dengan yang lain, aku beda !!!

" bu, yah, jangan samakan aku dengan yang lain, mereka semua diberi oleh ibu dan ayah mereka. sedangkah ayah apa peduli dengan keadaanku ??? "

 

ya, seperti biasa sebuah perselisihan terjadi kembali malam itu hanya karena faktor uang. masalah yang terkadang membuatku semakin dewasa dengan pilihan dan pemikiran yang membuatku semakin mengerti akan apa arti sebuah keluarga. namun bagiku keluargaku bukan yang terbaik dan lebih banyak menonjolkan sebuah kehidupan yang serba mewah. aku sadar aku bukan siapa-siapa di keluarga keduaku, ketika ayahku kembali memperistri yang lain. 

namun aku tak ingin membuat mereka kecewa, semenjak dari sekolah menengah atas hingga kini aku jarang meminta seperti anak kebanyakan. aku sadar akan diriku, aku sadar dengan keadaan serta faktor ekonomi. namun bukan diriku jika aku tak mampu menutup biaya ku sendiri. bukan ingin sombong atau apalah kata orang, tapi inilah kenyataan. aku yang mengalami, aku yang merasakan dan aku yang menjalankan, 

sebgai buktinya adalah ketika aku ingin mencoba merantau keluar kota yang dinamakan dengan ibu kota. untuk epertama kali memang mereka yang memberikanku bekal walau tak seberapa namun itu ku hargai. kini ketika aku kembali ke kota ini dan disini aku kembali merintis karir, mulai dari kuli hingga yang dianggap orang itu sebuah pekerjaan yang menghasilkan uang banyak menurut pandangan mereka tapi kenyataan hanya popularitas yang kudapatkan.

aku tak munafik, aku lama di dunia broadcaster dan mengisi beberapa kegiatan yang diadakan disekolah menengah atas, tapi asal kalian tau aja, aku tak mematok harga atau menjual apa yang ku miliki, aku hanya ingin berbagi dengan semua, hingga pilihan itu ku jatuhkan pada sebuah hal yang menurut kalian tak menghasilkan. 

ya, berbagi cerita dengan mereka yang dijalanan yang ditelantarkan oleh kedua orang tuanya atau karena masalah dengan orang tuanya dan mereka milih untuk hidup bebas dijalanan, beratapkan langit dan beralaskan bumi. mungkin bagi sebagian orang akan memandang sebagai anak brutal atau anak yang tak mampu.

keadaan mereka bukan karena sebab, pelarian mereka menjadi seperti itu ketika semua telah berada di posisi puncaknya, 

bu, yah, kalian tau apa yang ada dalam pemikiranku ? kalian ingin tau kan ?

yah, sekarang setelah sekian tahun aku menyibukkan diri dengan semua pekerjaan kenapa aku tak pernah membeli apa yang ayah dan ibu pikirkan, sebuah motor.

yah, aku masih ingin seperti ini, hidup bebas dengan sepeda bututku. hidup bebas polusi dan tak menghamburkan uang.

yah, bu mungkin kesalahkan adalah ketika buku itu jatuh dan kalian melihat jumlah rupiah yang tertera disitu, 

bukan maksud aku untuk tak memberikan kepada ayah dan ibu, tapi apakah selama ini ayah peduli dengan keadaanku ? peduli dengan apa yang orang katakan kepadaku ? apakah ayah peduli, jawabannya tidak bukan. bahkan ayah lebih memilih dengan ibu yang baru. memang aku anak laki yah, aku bisa  mandiri dan harus mandiri, tapi waktu itu aku terlalu muda tuk mandiri, terlalu awal dan efeknya ayah dan ibu tau kan ?

Kamis, 15 Juli 2010

KIsah-kisah ku adalah nyata

Kisah-kisahku adalah nyata

Apa yang kutuliskan adalah apa yang pernah terjadi

Tak ada yang ku tutupi

Semua nyata dan semua pernah terjafi

Dalam kisah-kisahku selalu terbilang klasik

Namunkisah-kisah ini amat beragam

Dari ketidak samaan

Dari sebuah perbedaan yang terkadang menyolok

Dari sebuah yang dianggap tabu

Dari yang jujur dan munafik

Dari siapa saja dan mana saja

Semua telah terangkum

Walau belum rapi dan sempurna

Namun semua kisah ini telah menjadikan satu

Menjadikan sebuah cerita yang tak berujung

Sebuah cerita tentang cinta yang rumit dan mungkin

Ada beberapa yang tak wajar

Namun semua saling melengkapi

Menjadikan semua indah

Dalam satu kesatuan yang selalau menjadikan damai

Tapi tak selamanya kisah-kisah nyata itu disukai

Banyak yang membenci akan sebuah kenyataan

Namun . . .

Tak selamanya kita akan berpaling dari kenyataan

Yang pasti adalah hidup selalau berputar

Seperti roda yang selalu rapi dah berjajar

Ada kala diatas

Ada kalau disamping kanan dan kiri

Serta ada dibawah

Semua pernah merasakan

Walau terkadang banyak yang ingin selalau diatas

Inilah kenyataan

Inilah kisah-kisah yang ku tulisakan

Semoga kisahku tak berhenti hanya sampai disini

Dalam segala kondisi semoga aku masih dapat menjadi pendengar

Dikala aku berhenti menjadi pembicar

Dan semoga aku masih bisa bersyukur dengan apa yang ku alami

Kisah-kisah ini tak akan berhenti . . . .