Tampilkan postingan dengan label pelacur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelacur. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Maret 2011

pemuas napsu

Entalah telah berapa lama
Tak berbuat melampiskan hasrat
Telah terbendung dalam kantung-kantung
Yang mulai penuh
Birahi-birahi yang memuncak
Menginginkan pelepasan
Untuk memuntahkan semua isi
Untuk melemaskan otot-otot yang mengeras
Melemaskan pikiran-pikiran yang mesum
Walau hanya sedikit hampar
Namun tak ingin sendiri
Mencari pemuas napsu yang haus
Akan muntahan-muntahan dari kantong-kantong yang penuh
Berbau anyir dan sedikit lengket
Tetes-tetes yang dapat melemaskan
Serta memuaskan gejolak birahi . . .

Senin, 18 Oktober 2010

kan ku tanggung jawabkan semua perbuatanku

saat mentari kembali  datang

memberikan sebuah kehangat untuk pagi ini

memberikan sebuah keindahan

menyambut jiwa yang sepi

jiwa yang selalu ingin diramiakan oleh orang-orang yang berduit

dengan imbalan tubuh yang mulai melunglai

kini saat pagi dan hangatnya mentari hadir kembali

meninggalkandinginya malam

memberikan ku lelah

setelah semalaman bergulat dengan lelaki  lain

namun hanya lelah yang ku rasakan

entahlah

mungfkin duniaku belumlurus

inginku masih bergumul dengan lelaki-lelaki tampan

yang kuat dalam memuaskan nafsuku

namun ku tak mengerti akan semua

hanya sebuah kesenangan mungkin yang ku dapatkan

kini tubuhku telah renta

tak sperti dahulu lagi

yang mampu untuk ditiduri bebrapa lelaki dalamsemalam

kini

rasa sakit yang hadir disetiap malam ku yang dingin

tak tertahankan

hanya senyum nyinyir  menahan sakit

senyum yang tak seperti  dahulu

penuh dengan daya pikta

namun apa daya semua berjalan

tak akan ada yang abadi

baik dengan fisikku maupun pelacuranku

ingin ku nikmati hari tua ku dengan anak-anak ku

anak hasil pelacuranku

yang entah mana ayah kandungnya

namun semua ini akan ku besarkan dengan penuh tanggung jawab 

Jumat, 05 Maret 2010

Pelacur

Akankah aku selalu begini
Dengan semua yang ku jalani ini
Melacurkan diriku kepada setiap orang yang mengagumi tubuhku
Saat-saat yang indah itu kini tlah sirna
Tapi aku terlancur mnikmati kepelacuranku ini 
Dengan sedikit imbalan yang tak layak ku menjual tubuhku 
Tapi kenikmatan yang ku dapatkan lebih dari itu
Lebih dari harga yang mereka bayarkan untuk tubuhku 
Hanya ada sedikit peluh yang ku nikmati
Selebihnya adalah rasa puas
Namun hati kecil ini selalu berkata 
Bahwa itu bukanjalur yang ku ambil
Tapi aku tak datap mengelak
Aku harus berusaha keras agar 
Aku mendapta apa yang ku impikan
Dengan berbagai cara telah ku lalui dan ku jalani
Tapi kenapa aku semakin buruk 
Derngan semua yang ku rasakan
Aku hanya tinggal sendiri kini
Kerjayaankutelah terenggut oleh usia
Kini ku nikmati semua yang masih bisa ku nikmati
Dengan sejuta peluh yang ada dan menemaniku 
Ku rasakan sedikit hal yang sangat luarbiasa ketika aku
Aku jatuh kedalam apa yangtak pernah ku nimkati sebelumnya 
Sepertinya dunia pelacuran adalah duniaku 
Apakah aku tak bisa melepas pelacuran ini
Semua menjadi tanda tanya untukku 
Untukku yang tak menghiraukan semua yang ada 
Kini air mata tak akan pernah terteteskanlagi dalam dunia 
Dunia yang hanya dianggapsamapah bagi orang yang sok suci 
Suci dengan apa yang ada 
Suci dengan kenyataan yang harus mereka hadapi 
Jangan pernah memnuafikkan keadaan ini
Semenjak kita telah tahu apa yang kta kerjakan 
Pelacuran bukanlah hal yang hina dimataku . . .