Alam Indonesia begitu mempesona... Jangan ambil apapun selain gambar, Jangan bunuh apapun selain waktu, Dan Jangan tinggalkan apapun selain jejak. Mari lestarikan alam Indonesia... From Indonesia with love...
Kamis, 30 April 2009
Teruntuk Sahabatku
Teruntuk sahabatku, Amin Nurramli
Senadainya saja aku tidak mengenal kamu pasti aku tak akan begini. Aku malas sekali tapi gimana lagi ini harus terjadi dan memang sudah jadi jalannya. Walau saat libur kelqas aku tidak akan bertemu tapi aku kan selalu berusaha melupakan dirimu. Aku akan selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik di dalam keadaanku yang seperti ini.
Aku yakin aku bisa karena ujian juga sudah dekat. Waktu pasti akan memberikan kita suatu pemisahan. Dimana kita bertemu pasti disitu kita juga akan pisah bener kan semua? Ada awal ada akhit ?
Ujian kali ini aku harus bersemangat karena aku ingin semua yang aku lakukan akan berguna untuk masa depan yang ada. Aku sendiri akan memisahkan dua hal yang akan aku prioritaskan. Masa depan yang utama. Aku hanyalah seorang pecinta yang sangat sensitip. Yang berlalu biarlah berlalu, songsong masa depan dengan hal yang lebih baik lagi. Yang kini aku rasakan tak kan berulang diwaktu yang akan datang. Aku tahu pasti kamu menyesal punya teman kayak aku. Aku selalu negatip dimata orang lain. Aku tahu, kamu menjauhi aku. Aku hanya ingin kamu jujur padaku. Yang ingi ku katakan sudah aku katakan. Tapi mengapa kamu malah menjauh dari ku ?
Aku sebel banget sama kamu tapi ini telah terjadi dan aku tak akan menyesal dengan semua yang ada. Aku yakin semua yang terjadi mempunyai hikmah yang sama dengan apa yang akan terjadi tahun-tahun berikutnya. Aku pengen cepat menyelesaikan studi ini tapi aku belum yakin apakah aku bisa untuk selesai, sedangkah aku masih banyak sekali masalah yang aku hadapi. Aku ingin setelah selesai studi aku ingin bebas kemanapun aku pergi, terbang kesana kemari. Aku tidak ingin terikat denga semua yang membelengguku sekarang. Aku ingin melupakan semua yang ada.
Rasa gundah ini kembali lagi setelah aku mengetahui apa yang kamu ingikan. Hari ini aku merasakan tidak punya teman sama sekali. Aku meraskan kesendirianku. Padahal aku berada diantara mereka tapi mereka diam dan cuek kepadaku. Aku hanya ingin semua ini cepat selesai. Aku tidak ingin semua ini terjadi berlarut-larut. Yang aku rasakan adalah aku ingin selalu bersama mereka. Akutahu itu tidak pernah bisa tapi aku kan berusaha untuk menjadi yang terbaik. Aku tidak menyesal dengan semua walau banyak teman ku yang memandang aku sebelah mata tapi aku kan selalu bahagia ada disamping mereka. Hanya ada seorang yang bisa memandangku dengan baik. Dan itu hanya kamu. Kamu yang selalu membuat hidupku positip. Semangat selalu bersamamu. Tapi kenapa kamu sekarang menjauhi ku?
Aku tak tahu apa maksud dari itu semua. Aku hanya dapat dia beribu bahasa di depanmu. Aku . . . tahu kamu menjauh dari aku tapi aku tak kan menjauh dari kamu. Aku mulai tidak dapat melakukan konsentrasi saat aku belajar. Aku hanya ingin kamu memberi semangat dan kamu semangat itu saja tidak lebih dan tidak kurang. Itu saja. Sebentar lagi ujian ini yang membuatku bertanya tanya. Aku kan berjuang agar aku bisa menyelesaikan dan melupakan kenangan yang pernah kamu berikan kepadaku. Semua mimpi indahku selama ini terbanglah kamu dari tidur panjangku. Aku ingin bangkit . . .
Walau sekarang kamu menghindar tapi aku ingin kamu dapat menerimaku apa adanya. Aku tahu kamu sengaja menghindari dari aku, tapi dalam kenyataan kamu tak bisa menjauh dari aku. Jujur saja kamu pasti tak rela jika aku kembali ke masa lalu ku. Yang sangat gelap, curam, tanpa adanya sebuah tujuan dan dipenuhi dengan perbuatan-perbuatan anarkis. Aku sadar, aku penuh dosa dan jauh beda dengan sekarang. Sekarang aku beda karna telah bertemu dengan kamu. Kamu yang membuat aku berubah. Aku tidak akan pernah melupakan kamu. Aku sangat berharap jika kamu mau menjadi teman yang paling setia, teman sejatiku. Aku juga ingin kamu menjadi yang terbaik yang telah mewarnai hidupku. Semakin lama aku bertemu dengan kamu akan semakin membuatku sayang sama kamu tapai aku kan menganggap kamu hanya sebatas sahabat aku tidak akan lebih. Aku sangat menghargai rasa sayangi kepadamu dan sayang kepada semua orang yang telah memberikan rasa sayang ini kepada kamu. Aku tidak pernah membedakan sedikit pun.
Aku kangen sama kamu tapi aku tidak dapat menemukan kamu sekarang . . .
Salam sayang
Aroef Abie Rendy G.B.S
Suatu Saat Nanti
Andaikan aku bisa
Mengulang kembali
Semua yang pernah kita lalui
Izinkan diriku kembali menggenggap tanganmu
Dan berikan aku cintamu kembali
Ku cari malam
Ku pandangi langit malam yang penuh dengan bintang
Andaikan aku bisa ajak kamu terbang
Bersama diriku
Apakah mungkin aku bisa ?
Aku ingin mengulang kembali
Dan mewujudkan satu keinginan
Keinginan cinta
Yang paling indah
Dan kini aku sendiri
Kamu tinggal pergi
Tanpa aku sadari dan tanpa ku mengerti
Sucinya mimpi dan harapanmu
Akan mewujudkan janjiku
Bukankah ini salah kita berdua ?
Hanya sang waktu yag memisahkan
Memisahkan kita . . .
Puisi Pagi
Dipagi yang cerah ini aku sendiri
Hanya ada suara radio dari tempatku bekerja yang menemani
Penuh canda tawa dan keceriaan
Tapi disini aku sendiri tanpa seorang yang menemani
Sepi sunyi tenang
Aku tak tahu kemana kekasih hatiku pergi
Entah kemana . . .
Rabu, 29 April 2009
Yuk Makan bareng Rafiq & Putri di Kelapa Gading
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Cooking, Food & Wine |
| Author: | MRA Networks |
Sudah seminggu kita mempersiapan petualangan makan ini. Akhirnya hari yang dinanti pun tiba, sedaaappp .... hari ini Rafiq & Poetri ditemani oleh 26 orang I-Listeners bakal makan enak di Kelapa Gading. Ada dua tempat makan yang akan kita serbu hari ini, pertama Restoran Seafood Santai Malam 1001 dan Kwe Tiaw Sapi Hayam Wuruk yang legendaris itu. Awalnya Putri marah-marah, ” Makan aja kok jauh banget sih harus ke Kelapa Gading, rumah gue kan di Cilandak!”. Tapi belakangan dia bengong-bengong begitu sampai di Kelapa Gading. Telunjuknya tidak berhenti nunjuk-nunjuk berbagai tempat makan, ”Wah, yg itu pasti enak tuh...nah, kita makan disitu aja tuh...eh jangan...yg diseberang aja tuh”. Hi...hi...hi...panik dia melihat beranekaragamnya tempat makan yang ada di Kelapa Gading.
Jam dua belas siang pas, rombongan sudah berkumpul di Santai Malam 1001. Sebetulnya pilihan awal kita adalah Ratu Kepiting, tapi karena Ratu Kepiting hanya buka pada malam hari, maka sasaran kita pindahkan ke Santai Malam 1001. Hampir semua jenis menu kita pesan, mulai dari Kepiting Saus Padang, Kepiting Lada Hitam, Ikan Kue dan Baronang Bakar, Cumi Goreng Tepung, Udang Goreng dan Bakar dan yang terakhir Bawar Tauco Pedas. Untuk sayur kita sepakat untuk mencoba Cah Kangkung Polos dan Cah Kangkung Cumi Udang, hemmmm....air liur mulai netes. Mau tahu minumnya apa? Komplit...ada yg pesan Es Kelapa Muda lengkap dengan batoknya, Es Campur, Jus Tomat, Jus Jeruk dan Es Teh Tawar.
Pelan tapi ngagetin...meja kami mulai penuh dengan makanan dan minuman yang dipesan. Kepiting Saus Padang adalah menu pertama yang kami coba. Hemmm ... Rafiq keturunan Padang, Poetri punya darah Manado. Kita berdua berharap Kepiting Saus Padang ini mampu membuat lidah kami ”meledak”, sayangnya Kepiting Saus Padang versi Santai malam 1001 gagal membuat lidah Rafiq & Poetri meledak. Buat mereka yang tidak begitu suka pedas, mungkin menu ini akan lebih cocok.
Menu kedua yang kami jamah adalah Kepiting Lada Hitam. ”Wuih...item banget!”, begitu kata Putri. Diluar dugaan menu yang satu ini ”hangatnya” lumayan gahar. Kegagalan di Kepiting Saus Padang mampu terobati oleh Kepiting Lada Hitam. Ikan Kue dan Baronang Bakar’nya standart, tidak ada yang salah dari rasanya, tapi tidak juga terasa istimewa. Yang membuat kita kaget justru, Bawal Tauco Pedas’nya. Sejak awal Rafiq & Putri tidak begitu melirik menu ini, karena lebih tertarik dengan nama besar Lada Hitam dan Saus Padang. Tapi sensasi Bawal tauco Pedas ternyata luar biasa, bawal’nya selebar dua telapak tangan orang dewasa, dagingnya tebal. Setelah di goreng garing diguyur dengan saus tauco pedas bertaburkan irisan cabe rawit hijau, warnanya rame. Dagingnya garing tapi tidak kering, tauco’nya memberikan sensasi segar. Irisan cabe rawitnya jangan ditanya, Rafiq dan Poetri berkali-kali harus menghapus keringat sambil menyeruput es kelapa muda untuk menetralkan rasa pedas. Wuih...buat Rafiq & Poetri, Bawal tauco Pedas yang hari ini jadi juara di Santai Malam 1001.
Sekitar jam dua siang kita keluar dari Santai Malam 1001. Rafiq, Putri dan beberapa orang I-Listeners ”ngadem” dulu di Mall Kelapa Gading I. Rafiq sempet bengong-bengong liat sebuah toko menjual barang-barang jadul (jaman dulu), ada permen cicak, coklat cap ayam, baskom kaleng, rantang burik dan lampu teplok yang ada foto Leni Marlina’nya. Putri malah sempet-sempetnya beli Air Tebu di depan Farmers Market.
Begitu keringet kering, Rafiq & Putri segera meluncur ke Kwetiaw Sapi Hayam Wuruk di Boulevard Raya. Tempatnya rada panas, cuma pake kipas angin ngga ada AC. Waktu kita dateng engkoh’nya lagi teriak-teriak ngatur anak buahnya yang lambat melayani tamu. Gokil, ini kan jam tiga sore, bukan jam makan siang....tapi kenapa yang ngantri pengen makan rame banget ya? Tempatnya gerah, engkoh’nya galak, bukan jam makan, tapi rame banget, hemmm...pasti kwetiaw’nya enak banget nih. Tapi Rafiq, Putri dan rombongan ngga mau percaya begitu aja, harus dicoba dulu ....
Setelah dapet meja, kita mulai ngorder. Putri minta kwetiaw goreng, Rafiq pesen Bakso, kalau I-Listeners kebanyakan pesen kwetiaw siram. Di tempat ini pilihan minumannya ngga banyak, cuma ada minuman botolan, Es Jeruk dan Liang Tea dan Es Teh. Karena banyaknya tamu sore itu, pesanan kita datang agak lambat. Tapi jangan sedih .... Rafiq & Putri jadi ada waktu untuk ngobrol-ngobrol dengan I-Listeners yang hadir.
Akhirnya pesanan kita datang, wuah....bakso yang dipesan Rafiq unik banget! Basonya bakso gepeng, dilengkapi dengan sobekan daging sapi selebar kartu gaple dan ada toge’nya. Begitu kuahnya disruput ......gokil cing, enak banget....seger!!! Kwetiaw goreng pesenan Putri juga mengundang selera, warna dan aromanya nendang banget, potongan daging sapinya gede-gede!!! Rumput tetangga lebih hijau dibanding rumput sendiri, seperti biasanya Rafiq dan Putri tetep lirik-lirik pesenan orang lain. Kwetiaw Siram’nya ternyata dahsyat, tapi beberapa orang I-Listeners bilang harus dimakan hangat-hangat, kalau tidak kuahnya keburu mengental. Singkat cerita, semua jenis pesanan layak jadi juara di Kwetiau Sapi Hayam Wuruk. Tempat yang gerah dan Engkoh yang suka teriak-teriak terobati dengan betapa dahsyatnya rasa yang dihadirkan.
Udah jam lima sore, pulang yuk! Tapi emang dasar tukang makan, beberapa orang I-Listeners sempet-sempetnya mampir di Pastel Mak Cik yang tempatnya bersebelahan dengan Kwetiaw Sapi Kelapa Gading.
Sambil meninggalkan kawasan Kelapa Gading, dalam hati Rafiq & Putri bergumam, ”I’ll be back”.
Ingin ikut berpetualang bersama Rafiq & Putri? Dengarkan terus 89.6 FM I-Radio Jakarta.
Baca juga petualangan Makan Bareng Rafiq & Putri di Buku Yuk Makan Seri Ke-2 atau bisa juga klik www.yukmakan.com
hujan
Air mata ku pun menetes
Jauh sebelum sang langit ikut menangis
Bau yang khas saat hujan mulai membasahi tanah
Tanah yang kering berdebu akan segera berubah
Berubah menjadi kubangan lumpur yang becek
Hujan kali ini beda dengan sebelumnya
Hujan kali ini disertai dengan angin
Angin yang bertiup kencang sampai menerbangkan atap-atap rumah
Aku hanya dapat berdoa
Agar gubuk yang aku gunakan untuk berteduh ini tidak terbang
Terbang terbawa angin
Tuhan, ujian apa lagi untuk hamba-Mu ini
Melati
Saat sore menjelang
Saat senja mendekat
Deburan ombak yang sejuk
Sangat sejuk dengan adanya percikan air
Air yang sangat murni
Suci bersih
Bagaikan bunga
Bunga mawar indah sekali dan anggun
Menampakkan kesombongan karena di lindungi oleh sang duri
Tapi banyak orang mencarinya
Padahal ada satu bunga yang tak sombong
Sangat wangi dan menebar harumnya
Harum yang sangat mewangi dan bertanda masih suci
Putih dan bersih tak bernoda
Oh wahai bunga melatiku
Bunga yang selalu ku dambakan
Ku dambahakan kehadirannya di taman
Taman yang sejak dulu aku rawat
Penuh kasih sayang dan cinta
Harummu akan selalu hadir di dalam jiwa ku
Wahai melati ku
Pantai
Ku telah berkata apa yang ingin ku katakan
Semua yang akan ku katakan
Aku tidak pernah menutupi apa yang aku katakan
Aku selalu ingin terlihat jelas diantara yang jelas
Aku ingin sama
Aku ingin seperti mereka pada umumnya
Keinginkan yang akan membawa ku kesemua
Semua yang aku inginkan
Aku inginkan akan aku dapatkan
Dengan sedikit usaha yang telah berjalan
Hitungan haripun makin dekat
Aku semakin takut untukmenghadapi kenyataan yang ada
Aku hanya dapat menyendiri
Ku tatap sekelilingku
Aku berada disebuah pantai
Pantai yang selama ini aku inginkan
Pantai yang tidak terik dan tidak lembab
Pantai kebahagian yang sempat sirna
Kini telah aku temukan kembali