Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 April 2012

kisah malam

mentari telah beranjak pergi keperaduannya 

senja datang dengan lembayung nan elok diufuk barat 

ketika rintik air mulai berjatuhan 

memberikan ketentram kepada jiwa yang haus 

membawa hawa sejuk bagi jiwa yang panas

menentramkan jiwa yang bergejolak

menetralkan degup kencang dalam hati 

angin yang berkejar-kejaran membuat jiwa ini kembali berucap 

menenangkan apa yang telah terjadi 

air yang menetes semakin rapat

membasahi daun-daun yang kering 

malampun kini telah beranjak 

waktu yang terbunuh dengan sia-sia

hanya ada emosi yang kini melanda

menuntun akal sehat tuk kembali 

menikmati dunia kelam yang kini ada dihadapanku 

merasuk pada jiwa yang sepi 

tanda ketenangan 

gundah gulana yang ku hadapi

antara mengikuti atau diikuti 

antara benar atau salah 

dan diantara nafsu-nafsu yang tak terkendali 

terselip diantara hati yang bimbang 

malam yang dingin 

tanpa hamparan bintang 

tanpa sinra purnama

hanya hamparan gelap yang tak berbatas 

Senin, 16 Januari 2012

saat hujan turun

indah derai hujan
membawa duka yang tadi tertinggal
terhapus oleh percikan air hujan
yang mengalaun lembut dengan nada-nada yang indah
saat hari semakin gelap
senja telah menghilang
gelap yang menyapa
tanpa ada lembayung nan indah seperti biasa
hanya gelap yang menyelimuti
membawa duka yang tadi telah tergerus oleh air
membangkitkan semangat baru yang tidak terpikirkan

Senin, 15 November 2010

Hujan

hujan
kembali mengalirkan suhu dingin
menentramkan hati yang gundah gulana
menikmati rintik-rintik air yang semakin lebat
membentuk anak-anak sungai
memberikan keasikan tersendiri
menemani hati nan sepi dan penuh tanya
tentang siapa dia
yang kini mulai mengisi relung hatiku
bagaikan air yang mengisi lekuk-lekuk tanah
yang bergelombang
saling mengisi hingga penuh
namun dihatiku hanya ada dia seorang
yang selalu hadir untukku disaat ini dan . . .

Jumat, 02 April 2010

Hujan

hujan kembali datang

memberikan sebuah kenangan tersendiri

wangi tananh yang bercampur dengan air

membuat hati ini tentram

namun, saat sebagian orang kekurangan ait

kini dihadapanku

terlalu banyak  air

hingga menggenangi semua

sadarkah kita dengan ini semua

dengan kebiasaan buruk kita yang selalu mengotori jalur-jalur ait

saat hujan datang

membawa berbagai hikmah

dibalik curah hujan yang lebat

yang meninggalkan dingin

kabut-kabut sore yang menebal

dengan semua asa yang ada

memberikan pemandangan yang tak biasa

putih

menutup jarak pandang

namun, ia tak menutup hati yang terluka

hanya edikit penghibur lara

dengan sedikit asa yang ada

ku coba untuk bertahan

dengan mencari sebuah kesibukan yang tak tentu

kini dengan asa yang semakin bergemerlap

dan jurang-jurang yang siap menghadang dan mematahkan semangat

semua asa yang telah ada

namun ku ingin menunjukkan kepada semua

bahwa aku bisa

tak harus ku berdiri sendiri dan tak harus ku bergantng kepada orang

tapi semua ini ku jalani dengan penuh suka cita

dengan setiap saat mawas akan keadaan sekitar 

Selasa, 26 Mei 2009

Hujan

Hujan 
Dingin 
Air yang membasahi bumi ini
Aku berdiri disini sendiri
Tanpa seorang teman walau adadalam keramaian sekalipun
Aku memberiukan sebuah kesenangan dalam hidupku 
Yang telah lama tidak dapat aku lakuka
Aku bermain air . . .
Hanya untuk mengingat 
Masa kecilku yang terkadang
Aku mengigat kesedihanku saat ini
Sedih yang tiada berujung
Saat aku melihat keujung jalan yang membawaku berjalan
Aku hanya sendiri disni
Aku yang selama ini memberikan sebuah kehangatan
Kepada semua yang akan merasakan hangatnya
Sinar sang rembulan yang kadang kemabali kedalam 
Kedalam sebuah hal yang sangat aku sayangkan. 
Aku yang saat ini kurang bahagia dengan 
Dengan semua yang ada
Yang ada saat in
Aku yang sangat senang dengan yang satu ini



Rabu, 29 April 2009

hujan

Air mata ku pun menetes
Jauh sebelum sang langit ikut menangis
Bau yang khas saat hujan mulai membasahi tanah
Tanah yang kering berdebu akan segera berubah
Berubah menjadi kubangan lumpur yang becek
Hujan kali ini beda dengan sebelumnya
Hujan kali ini disertai dengan angin
Angin yang bertiup kencang sampai menerbangkan atap-atap rumah
Aku hanya dapat berdoa
Agar gubuk yang aku gunakan untuk berteduh ini tidak terbang
Terbang terbawa angin
Tuhan, ujian apa lagi untuk hamba-Mu ini