Tampilkan postingan dengan label merapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label merapi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Januari 2011

untuk kesendirian

aku disini dalam kesendirian
dalam ramainya lalu lalang manusia
entah apa yang ku pikirkan
hanya ada nama dan sosoknya
yang kini mulai menghilang
entah-entah kemana
selamat pagi untuk semuanya
salam sayang untuknya
namun semua rasaku
dinistakan dengan
sebuah keegoan
rasa yang dulu ada
kini telah hilang
tanpa ada kata yang indah terucap
maapkan aku jika aku tidak indah
saat indah bersamamu
hanya tinggal kenangan . . .

Rabu, 22 Desember 2010

rasa syukur

dikesendirianku
didalam rintik hujan
dingin yang datang menjemput
memberi semua kenikmatan
yang telah lama hilang
rasa syukur dalam jiwa tak kan hilang
nikmat-nikmat dalam rintik-rintik air
bersama tetes-tetes air mata yang mengalir
memberikan sebuah rasa akan nikmat
puas dan lega
tuk melapangkan dada atas apa
yang telah terjadi
klasik namun
semua telah berjalan indah
karna nikmat itu lebih besar kini . . .
untuk kita akan arti sebuah musibah

Senin, 15 November 2010

Hujan

hujan
kembali mengalirkan suhu dingin
menentramkan hati yang gundah gulana
menikmati rintik-rintik air yang semakin lebat
membentuk anak-anak sungai
memberikan keasikan tersendiri
menemani hati nan sepi dan penuh tanya
tentang siapa dia
yang kini mulai mengisi relung hatiku
bagaikan air yang mengisi lekuk-lekuk tanah
yang bergelombang
saling mengisi hingga penuh
namun dihatiku hanya ada dia seorang
yang selalu hadir untukku disaat ini dan . . .

I'll be alright . . .

malam ini

ku kembali disini

menikmati kesunyian alam

tanpa hiruk pikuk dan kepanikan

hanya ada nyanyian alam

serta tarian sang kunang-kunang

disini, diatas pohon ini

aku kembali

kembali mengingat dan kembali menangis

untuk menghargai setetes air mata

walau debu vulkanik masih berterbangan disini saat siang

namun tidak untuk malam ini

semua hadir

semua bergembira tuk menghibur duka lara ini

semua indah disaat kita kembali

kembali untuk mengerti


Pagi Yang Indah

Pagi ini seharusnya indah

Seharusnya penuh senym dan penuh makna

Tapi kini dalam semua yang ada

Ku hanya terdiam tanpa kata

Menyaksikan semua yang telah ada

Perang mulut pun terjadi

Mungkin bisa lebih daripada itu

Namun ku hanya terdiam

Menyaksikan semua ini

Menangis tanpa air mata yang terjadi

Kini ku disini sendiri menikmati semua seperti sedia kala

Berdiam dan bergelut dengan semua yang ada disini

Tanpa ada beban dan tanpa ada paksaan

Kenapa harus aku yang harus begini

Apakah sebelumnya memang seperti ini

Seenaknya sendiri

Tak tahu ku dengan ini

Ku hela nafas panjang dan ku muntahkan dengan semangat tanpa sesal 

Biarlah gejolak ini terbuka dan ia mengetahuinya sendiri

Ujung Kesabaranku Disini

Ujung kesabaranku disini

Kesabaranku telah berada diujung

Namun apa yang akan terjadi juga belum tahu

Belum genap tiga puluh hari

Namun permasalahan banyak yang kau buat

Entahlah apakah aku maish bisa untuk bertahan atau makah ingin ku hentikan saja

Tak tahu aku harus bagaimana

Aku hanya diam

Disini, diruang ini aku tahu kamu mengagungkan nama-Nya

Benar apa yang kau katakan namun

Apakah kamu tak bisa konsisten untuk semua ini

Bukan malah hanya membuat sebuah petaka

Dengan menyepelekan hal yang kecil

Aku terdiam disini

Aku terpaku disini

Menyaksikan tingkah polahmu

Hanya aku diam untuk ini semua

Hanya aku sendiri disini

Mana mungkin kamu tahu apa yang ku rasakan

Kenapa semua bisa terjadio dan kenapa semua begini

Aku tak menyalahkan kamu dan siapapun . . .

Tak tahu harus berbuat apa

Dan tak tahu apa yang harus ku jalani

Pikiran ini terlalu ribet dengan semua yag ada

Terlalu berbuat yang tak pasti

Namun apakah mengerti dengan semua ini

Hanya diam yang ku butuhkan

Hanya terdiam disini

Tak ada rasa sama sekalai dengan apa yang kamu ketahui

Hanya diamku disini untukmu

Hanya egoku mungkin dalam pandangnamu

Namun semua ini akan berakhir baik untukmu

Bukan hanya untukku

Melatih kedisiplinamu

Melatih semua yang mungkin kau remehkan

Sebenarnya ini jangka panjang

Namun semua itu harus sesuai dengan apa yang ada dihadapanmu

Apa yang akan kau jalani

Apa yang akan ada disini

Atau mungkin ditempat lain

Kini aku disni untukmu

Ku lakukan semua hanya untukmu

Karena ku sayang akan dirimu

Karena ku yakin kamu tak akan membodohiku lagi

Walau aku tak tahu berapa omset perharinya

Aku hanya diam 

Merapi Tertidurlah Kembali

 Terkadang keindahanmu sangat elok

Keindahanmu sunggu sedap dipandang mata

Namun kini

Disaat kau terbangun dari mimpi indahmu

Kau meluluh lantahkan seluruhnya

Korban-korban kembali berjatuhan

Entah telah berapa ratus korban yang berjatuhan

Telah berapa ratus nyawa yang melayang

Kini masyarakat kembali takut terhadapmu

Pesona indahmu nan elok kini sirna sudah

Puing-puing reruntuhan rumah penduduk sekrang terhampar

Bagiakan kota mati

Hanya sebagain rumah yang masih berdiri

Sebagian hilang entah telah terbakar oleh awan panasmu

Semua telah berdampak

Semua telah mengerti

Namun dikala kau telah kembali berdiam

Kau sungguh elok dan rupawan

Tak jenuh mata ini memandangmu

Namun kini

Hari ini

Banyak yang takut akan kekuatan yang begitu dasyat seperti seribu tahun  lalu

Yang menenggelemkan candi-candi nan elok dan menghancurkan kota ini

Jerit dan isak tangis kini melanda

Ancaman penyakit kini silih berdatangan

Namun kapan engkau akan berhenti belum dapt dipastikan

Merapi . . .

Tertidurlah kembali

 

Jogja, 06 November 2010 at 06.06 pm WIB

Kamis, 11 November 2010

Senandung untuk negeri

lanjutan dari 100 Hati Untuk Negeri 

Merapi

Keindahanmu nan elok

Kini membawa sebuah derita

Membawa sebuah bencana yang telah menjadi siklus 4 tahunan

Namun keindahan panoramamu dikala kamu tertidur nyenyak sangat indah

Kini setelah kau terbangun

Kau luapkan semua energimu

Hingga banyak korban harta benda dan nyawa karena awas panasmu

Namun semuanya itu bukan salahmu

Semua telah tahu apa yang akan terjadi

Namun mereka masih mementingkan keegoisan merek

Tak mau direlokasi

Kini jerit tangis seakan menjadi sebuah duka

Isak tangis dan ketakutan yang ada

Menjdaikan sebuh truma yang mendalam

Bagi anak-anak yang kehilangan orang tua mereka

Maupun yang kehilangan saudaranya

Tempat-tempat relokasi telah dipenuh sesak

Semua bantuan dari relawan telah ada

Namun . . .

Berkali-kali mereka harus berpindah dari satu lokadi ke lokasi lainnya

Kenapa begini

Kenapa harus banyak sekali korban

Apa setiap siklusmu harus ada dengan sebuah bencana sperti ini

Untuk masyarakat sekitar

Kini ku tak akan menyalahkan siapapun

Ku hanya akan disini

Entahlah kapan kamu akan berhenti dari siklusmu

Siklusmu yang akan membawa sebuah kesuburan

Untuk tanahmu

Kini  semua akan kembali seperti sedia kala

Seperti saat kau terlelap

Cepatlah kau tenang merapi

Cepatlah kau membaik

Sabtu, 30 Oktober 2010

100 Hati Untuk Negeri, Untuk Wasior, Mentawai, dan Merapi

100 Hati Untuk Negeri

Bencana yang terjadi berkelanjutan

Berawal dari dari ujung timur negeri tercinta

Wasior dengan banjir bandang dan tanah longsor

Mentawai dengan gempa dan tsunami yang hebat

Disusul dengan merapi yang erupsi

Telah banyak sekali nyawa yang melayang

Dari Wasior dan Mentawai serta Merapi

Saat semua orang masih mementingkan diri sendiri

Menumpuk harta yang banyak

Dan pemerintahan yang hanya memintang pundi-pundi mereka

Kini saat semua orang tak dapat bersyukur dan melupakan Tuhan sang pencipta

Kini alam telah riskan karena ulah kiat sendiri

Tuhan mungkin telah bosan melihat ulah kita

Melihat tingkah kita yang lupa akan nikmat bersyukur bersyukur

Mari berbagi

Mari berbagi untuk saudara kita

Saudara kita yang terkena musibah

Wasior, Mentawai, dan Merapi . . .

Dan semoga Tuhan memberikan yang terbaik untukmereka semua

Dan memberikan ketabahan dan keiklhasan untuk mereka

Yang kehilangan sanak familinya

Mari bantu mereka

Mari gerakkan hati

Berapapun jumlahnya

Akan sangat berarti untuk mereka . . .

Jumat, 29 Oktober 2010

100 Hati Untuk Negeri

100 Hati Untuk Negeri
Siaran 14 jam
Hari Jum'at, 29 Oktober 2010
06.00 - 22.00 WIB
di semua Radio MRA Broadcast Media (i-Radio FM Network, traX FM Group, Hard Rock FM Group, Cosmopolitan FM, Brava FM)
Donasi dapat disalurkan ke rekening 100 Hati Untuk Negeri
Bank BCA Cabang Kuningan - No Rek ; 217-3088.876
a/n PT Radio Antar Nusa Djaja

Untuk Saudara-saudara kita yang membutuhkan, Wasior, Mentawai, dan Merapi