Alam Indonesia begitu mempesona... Jangan ambil apapun selain gambar, Jangan bunuh apapun selain waktu, Dan Jangan tinggalkan apapun selain jejak. Mari lestarikan alam Indonesia... From Indonesia with love...
Sabtu, 12 Maret 2011
Bara kasih yang terenggut
Berhimpitan
Tiada hari tanpa suaranya
Saat itu
Namun saat ini
Kesendirian
Tanpa teman yang ada
Hanya ada celah-celah hati yang retak
Hanya ada sisa-sisa bara yang mulai padam
Menghilang hangatnya
Dalam sapuan angin malam
Dalam tetesan air yang memadamkan
Namun kesedihan dan kepatah asaanku
Tak membuatku terpuruk
Tak membuatku tergoyah
Hanya sedikit asa yang kini mulai ada
Membangkitkan gairah yang telah padam
Untuk menghangatkan dan memberikan kasih sayang
Yang sama seperti dulu
Tak berbeda
Kisah penutup
Untuk menutup kisah-kisah perjalanku
Kisah roman ku di Bandung
Yang dulu tak terselesaikan
Dan kini
Semua telah selesai
Tak ada yang tertinggal
Hanya terkisah sebuah rasa sedih
Sebuah kisah bahagia untuk penutup
Terima kasih sobat
Terima kasih untuk semua waktumu . . .
Rabu, 29 Desember 2010
aku tak biasa
bukan maksudku untuk semua ini
hanya mencari ketenangan batin
tak pernah ku rasakan
tak pernah ku sangka
hanya karna dia
kau lupakan aku
kenangan-kenangan indah
didalam memori
tak akan terhapuskan
tak akan tergantikan
malam-malamku
sunyi tanpa suaramu
tanpa rengek manjamu
namun
kini ku harus terbiasa
terbiasa untuk sendiri
walau melupakanmu sangat sulit
aku tak biasa seperti ini
aku tak biasa tanpa
dirimu yang kusayang
Jumat, 10 Desember 2010
Ini Kepedulian dan Rasa Sayangku
Aku tak mengerti dengan semua ini
Disaat aku harus menyelesaikan buku ku
Buku trilogiku
Namun ternyata aku tak dianggap
Bahkan . . .
Sampai ku meneteskan air matapun ia tak peduli
Semua yang ku lakukan selalu
Apa aku tau kalau terjadi sesuatu padanya
Sedangkan aku tak diberitahu
Tak dieberi kabar
Baik melalui sms ataupun telepon
Hanya di facebook
Sedangakan aku sedang mengejar deadline
Aku tak tahu apa yang terjadi padamu
Karena aku tak sempat membuka akunmu
Tapi semenjak masalah kecil itu keluar
Semua yang ku lakukan salah
Dan kamu selalu menghindariku
Aku sudah minta maaf
Tapi semua kau campakkan
Apa yang harus ku lakukan . . .
Aku tak mengerti dengan semua ini
Hanya rasa sayang dan perhatian yang ku berikan
Walau aku tak dianggap sekalipun
Tapi kamu seperti anakku sendiri
Hingga kapanpun
Walau aku tak dianggap dan dibilang tak peduli sekalipun
Karena aku sadar
Amarahmu masih
Amarahmu yang masih kamu simpan
Disini
Dirintik hujan sore ini
Aku hanya dapat berdoa untukmu
Agar Tuhan memberikan yang terbaik
Terbaik untukmu
Adheku sekaligus anakku . . .
Dan mungkin ini adalah tulisan terakhirku . . .
Senin, 06 Desember 2010
Bogor
entahlah kesedihan selalu ada
kesedihan selalu menyelimuti
siang yang semakin senyap
hujan disiang hari yang menghapus hangatnya
memberikan sebuah kenangan yang tak terlupan
dengan yang ku sayangi
tempat itu
diminggu siang
yang menjadikan sebuah kenangan
menjadikan sebuah kisah
kisah antara aku dan dia
senuahkenangan
yang terpotong kembali olah sang waktu
oleh kereta malam
yang kembali menghantarkan dia kembali ke Jakarta
dan aku yang termanu sendiri di Bogor
Senin, 29 November 2010
gemercik air
diantar sekumpulan orang yang sibuk dengan kegiatannya
aku yang sedari tadi hanya memandang
merasakan betapa giatnya mereka
serta bersyukur
atas apa yang Tuhan berikan
gemercik air nan lembut
mengalun memberikan ketenangan
kesegaran akan jiwa yang tak tenang
jiwa yang penuh gejolak
jiwa yang selalu bertanya
akan makna kehidupan
rasa syukur
rasa berserah akan pemberian-Nya
jogja, 28 Nov 2010 @ 06.05 pm
Selasa, 16 November 2010
Ngobrolin Tentang Agama
g pernah bisa menghargai waktu
terkesan aneh dan terkadang g bisa konsisten dg omongannya sendiri
aku heran dg orang yg berkedok agama namun apa yg diucapkannya tak sama dg apa yang dilakukannya
padahal dlm agama itu tidak ada PEMAKSAAN bukankah dlm setiap agama itu selalu begitu
dan orang yg agamanya bagus selalu berpikir terlebih dahulu untuk mengucapkan kata-katanya
percuma pintar agama tapi cuma tekstual aja
terkesan aneh dan terkadang g bisa konsisten dg omongannya sendiri
aku heran dg orang yg berkedok agama namun apa yg diucapkannya tak sama dg apa yang dilakukannya
padahal dlm agama itu tidak ada PEMAKSAAN bukankah dlm setiap agama itu selalu begitu
dan orang yg agamanya bagus selalu berpikir terlebih dahulu untuk mengucapkan kata-katanya
percuma pintar agama tapi cuma tekstual aja