Tampilkan postingan dengan label yogyakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yogyakarta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Desember 2010

Aku

Sedihku kembali datang

Kembali mengisi ruang dalam pikiranku

Namun keindahan yang dulu pernah terjadi

Kini telah hancur

Semua membuatku sakit

Entahlah

Namun aku sadar akan sebuah kesalahan

Yang mungkin tak dimaafkan oleh dia

Kini ku akan lebih berhati-hati lagi

Untuk semua yang ada

Untuk semua yang ku perbuat

Malam ini aku tak dapat tidur dengan tenang

Pikiranku terbayang akan dirimu

Canda tawa dan desahanmu

Membuatku teringat akan dirimu

Belaian dan peluk manjamu tak akan hilang

Tak kan tergantikan oleh siapapun

Walau mungkin aku telah mempunyai pasangan hidupku kembali

Namun kasihku tak akan hilang seketika untukmu

Untukmu orang yang ku sayang

Untukmu yang telah ku anggap sebagai bagian hidupku

Walau itu belum menjadi kenyataan

Namun ku sayang kamu melebihi sayangku

Terhadapa kasihku

Sayangku tak kaan berubah

Hingga aku telah membujur kaku

Tak bernafas lagi

Hingga hanya menjadi sebuah kenangan

Kenangan yang indah untukmu

Dan ku harap aku masih dapat melihatmu lagi

Meraskaan semua yang pernah kau berikan

Sebelum ajal menjamputku

Meninggalkanmu karena telah ketetapan-Nya 

Senin, 15 November 2010

Ujung Kesabaranku Disini

Ujung kesabaranku disini

Kesabaranku telah berada diujung

Namun apa yang akan terjadi juga belum tahu

Belum genap tiga puluh hari

Namun permasalahan banyak yang kau buat

Entahlah apakah aku maish bisa untuk bertahan atau makah ingin ku hentikan saja

Tak tahu aku harus bagaimana

Aku hanya diam

Disini, diruang ini aku tahu kamu mengagungkan nama-Nya

Benar apa yang kau katakan namun

Apakah kamu tak bisa konsisten untuk semua ini

Bukan malah hanya membuat sebuah petaka

Dengan menyepelekan hal yang kecil

Aku terdiam disini

Aku terpaku disini

Menyaksikan tingkah polahmu

Hanya aku diam untuk ini semua

Hanya aku sendiri disini

Mana mungkin kamu tahu apa yang ku rasakan

Kenapa semua bisa terjadio dan kenapa semua begini

Aku tak menyalahkan kamu dan siapapun . . .

Tak tahu harus berbuat apa

Dan tak tahu apa yang harus ku jalani

Pikiran ini terlalu ribet dengan semua yag ada

Terlalu berbuat yang tak pasti

Namun apakah mengerti dengan semua ini

Hanya diam yang ku butuhkan

Hanya terdiam disini

Tak ada rasa sama sekalai dengan apa yang kamu ketahui

Hanya diamku disini untukmu

Hanya egoku mungkin dalam pandangnamu

Namun semua ini akan berakhir baik untukmu

Bukan hanya untukku

Melatih kedisiplinamu

Melatih semua yang mungkin kau remehkan

Sebenarnya ini jangka panjang

Namun semua itu harus sesuai dengan apa yang ada dihadapanmu

Apa yang akan kau jalani

Apa yang akan ada disini

Atau mungkin ditempat lain

Kini aku disni untukmu

Ku lakukan semua hanya untukmu

Karena ku sayang akan dirimu

Karena ku yakin kamu tak akan membodohiku lagi

Walau aku tak tahu berapa omset perharinya

Aku hanya diam 

Merapi Tertidurlah Kembali

 Terkadang keindahanmu sangat elok

Keindahanmu sunggu sedap dipandang mata

Namun kini

Disaat kau terbangun dari mimpi indahmu

Kau meluluh lantahkan seluruhnya

Korban-korban kembali berjatuhan

Entah telah berapa ratus korban yang berjatuhan

Telah berapa ratus nyawa yang melayang

Kini masyarakat kembali takut terhadapmu

Pesona indahmu nan elok kini sirna sudah

Puing-puing reruntuhan rumah penduduk sekrang terhampar

Bagiakan kota mati

Hanya sebagain rumah yang masih berdiri

Sebagian hilang entah telah terbakar oleh awan panasmu

Semua telah berdampak

Semua telah mengerti

Namun dikala kau telah kembali berdiam

Kau sungguh elok dan rupawan

Tak jenuh mata ini memandangmu

Namun kini

Hari ini

Banyak yang takut akan kekuatan yang begitu dasyat seperti seribu tahun  lalu

Yang menenggelemkan candi-candi nan elok dan menghancurkan kota ini

Jerit dan isak tangis kini melanda

Ancaman penyakit kini silih berdatangan

Namun kapan engkau akan berhenti belum dapt dipastikan

Merapi . . .

Tertidurlah kembali

 

Jogja, 06 November 2010 at 06.06 pm WIB