Tampilkan postingan dengan label bmkg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bmkg. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 November 2010

Ujung Kesabaranku Disini

Ujung kesabaranku disini

Kesabaranku telah berada diujung

Namun apa yang akan terjadi juga belum tahu

Belum genap tiga puluh hari

Namun permasalahan banyak yang kau buat

Entahlah apakah aku maish bisa untuk bertahan atau makah ingin ku hentikan saja

Tak tahu aku harus bagaimana

Aku hanya diam

Disini, diruang ini aku tahu kamu mengagungkan nama-Nya

Benar apa yang kau katakan namun

Apakah kamu tak bisa konsisten untuk semua ini

Bukan malah hanya membuat sebuah petaka

Dengan menyepelekan hal yang kecil

Aku terdiam disini

Aku terpaku disini

Menyaksikan tingkah polahmu

Hanya aku diam untuk ini semua

Hanya aku sendiri disini

Mana mungkin kamu tahu apa yang ku rasakan

Kenapa semua bisa terjadio dan kenapa semua begini

Aku tak menyalahkan kamu dan siapapun . . .

Tak tahu harus berbuat apa

Dan tak tahu apa yang harus ku jalani

Pikiran ini terlalu ribet dengan semua yag ada

Terlalu berbuat yang tak pasti

Namun apakah mengerti dengan semua ini

Hanya diam yang ku butuhkan

Hanya terdiam disini

Tak ada rasa sama sekalai dengan apa yang kamu ketahui

Hanya diamku disini untukmu

Hanya egoku mungkin dalam pandangnamu

Namun semua ini akan berakhir baik untukmu

Bukan hanya untukku

Melatih kedisiplinamu

Melatih semua yang mungkin kau remehkan

Sebenarnya ini jangka panjang

Namun semua itu harus sesuai dengan apa yang ada dihadapanmu

Apa yang akan kau jalani

Apa yang akan ada disini

Atau mungkin ditempat lain

Kini aku disni untukmu

Ku lakukan semua hanya untukmu

Karena ku sayang akan dirimu

Karena ku yakin kamu tak akan membodohiku lagi

Walau aku tak tahu berapa omset perharinya

Aku hanya diam 

Merapi Tertidurlah Kembali

 Terkadang keindahanmu sangat elok

Keindahanmu sunggu sedap dipandang mata

Namun kini

Disaat kau terbangun dari mimpi indahmu

Kau meluluh lantahkan seluruhnya

Korban-korban kembali berjatuhan

Entah telah berapa ratus korban yang berjatuhan

Telah berapa ratus nyawa yang melayang

Kini masyarakat kembali takut terhadapmu

Pesona indahmu nan elok kini sirna sudah

Puing-puing reruntuhan rumah penduduk sekrang terhampar

Bagiakan kota mati

Hanya sebagain rumah yang masih berdiri

Sebagian hilang entah telah terbakar oleh awan panasmu

Semua telah berdampak

Semua telah mengerti

Namun dikala kau telah kembali berdiam

Kau sungguh elok dan rupawan

Tak jenuh mata ini memandangmu

Namun kini

Hari ini

Banyak yang takut akan kekuatan yang begitu dasyat seperti seribu tahun  lalu

Yang menenggelemkan candi-candi nan elok dan menghancurkan kota ini

Jerit dan isak tangis kini melanda

Ancaman penyakit kini silih berdatangan

Namun kapan engkau akan berhenti belum dapt dipastikan

Merapi . . .

Tertidurlah kembali

 

Jogja, 06 November 2010 at 06.06 pm WIB

Minggu, 13 September 2009

Berita Ilmiah Versus Berita Public, Tentang Prediksi Gempa

Beberapa hari setelah gempa besar maka wartawan sangat haus dengan berita tentang dampak terhadap gempa tersebut dan apa yang akan dilakukan beberapa hari kedepan. Hal ini sangat realistis berhubung kekawatiran akan dampak berikutnya sangat tinggi, sehingga berita yang realistis sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan masarakat yang sedang trauma. Sangat tidak realistis apabila berita yang beredar adalah kemungkinan kejadian beberapa tahun yang akan datang, bahkan ratusan tahun yang akan datang. Berita yang tidak realistis dalam skala waktu sangat berbahaya bagi masarakat yang sedang ketakutan, karena tidak membantu keselamatan bahkan menambah kesengsaraan dan merepotkan aparat dalam penanganan paska bencana.
Kalau ungkapan tersebut di atas dapat dimaklumi, maka keselamatan masarakat yang sedang ketakutan untuk menghadapi dampak beberapa hari yang akan datang menjadi prioritas utama berita, sehingga berita tentang prediksi gempa besar yang akan terjadi beberapa tahun atau ratusan tahun yang akan datang merupakan berita yang sangat tidak sesuai diungkapkan. Persoalannya adalah bagaimana menyikapi wartawan pencari berita sensasional yang menggunakan momen momen besar paska bencana.

Tugas team BMKG ke lokasi bencana
1. Memantau gempa susulan memakai seismograph portable dekat dengan sumber gempa sehingga gempa kecil dapat terpantau dengan baik.
2. Hasil pantauan dapat dilihat langsung oleh masarakat bagaimana perkembangannya setiap hari.
3. Menjelaskan pada masarakat di lokasi pemantauan tentang hasil pantauan yang pada dasarnya adalah penurunan intensitas gempa, baik jumlah maupun skalanya.

Prediksi gempa bumi
Prediksi gempa bumi masih dalam taraf penelitian. Parameter prediksi adalah lokasi, besarnya dan waktunya. Perkiraan lokasi dan besarnya gempa dapat saja dilakukan, namun tantangan yang paling sulit adalah menjawab kapan gempa tersebut terjadi.
Berdasarkan sejarah gempa maka bisa dihitung probabilitasnya; makin kecil gempa maka makin besar probabilitasnya terjadi dilokasi yang memang potensi (seperti di daerah pertemuan lempeng tektonik). Sebaliknya makin besar gempanya maka makin kecil probabilitasnya.
Berdasarkan monitoring tanda-tanda pendahuluan (precursor) gempa bumi besar, maka secara fisika bisa kita ungkapkan bahwa apabila materi mengalami stress maka beberapa sifat materi tersebut mengalami perubahan yang dapat di monitor, seperti kepadatan, kandungan air, kandungan electron, sifat kemanignitan, sifat radio aktif dsb. Di daerah pertemuan lempeng tektonik terjadi akumulasi stress akibat tekanan pergerakan lempeng tektonik. Maka bisa dilakukan monitoring perubahan gravitas, electron, kemagnitan, tinggi air tanah, radon (radio aktif), seismic dsb. Sampai saat ini yang dapat dibuktikan adalah setelah gempa besar maka hasil monitoring sebelum terjadi gempa dikaji lagi. Hasilnya memang ada beberapa tanda menunjukkan gejala anomaly tertentu. Namun belum dapat disimpulkan bahwa tanda tersebut menandakan gempa akan terjadi, karena tanda tersebut sering juga muncul tanda tanpa disertai adanya gempa besar. Hal ini membuktikan bahwa prediksi gempa belum konsisten secara ilmiah dan belum dapat dikatakan sebagai teknologi yang dapat dipakai.
Cina mengoperasikan system prediksi gempa dengan memakai bermacam sensor seperti GPS (Global, Posisioning System), Gravity, magnit, radon, termasuk gejala tingkah laku binatang. Hasilnya memang beberapa kali sukses, namun lebih sering gagal memprediksi gempa besar.