Tampilkan postingan dengan label sendiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sendiri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Juni 2012

sepi sunyi sendiri

Malam datang seperti biasa

Tanpa rembulan dan kelip bintang

Hanya hamparan hitam tak terbatas

Disini,

Ditempatku termangu hanya memandang hamparan air

Tanpa ada cahaya

Sekawanan penari malampun tak juga keliatan

Nyanyian katak, jangkrik dan teman-temannyapun

Tak juga bersuara

Sepi

Sunyi

Sendiri

Rabu, 25 April 2012

Inilah Kehidupanku Yang Tak Akan Sama Dengan Kalian

" semakin terusik dengan keadaan yang membuatku tak nyaman 

ketika semua menjadi satu namun tak pernah bersatu 

menjadi apa yang diinginkan "


entah kenapa dengan semua ini namun ku tak akan bertanya pasti dengan apa yang akan terjadi 

yang ku lakukan adalah yang ku inginkan, dalam sebuah angan yang tak pasti menurut kebanyakan orang dan mustahil menurut mereka. namun disini aku yakin jika aku akan bisa dengan semua keinginanku, semua yang ku lakukan tak akan memperngaruhi mereka, aku berjalan sesuai dengan apa yang telah tertuliskan untukku, aku bukan seperti mereka yang selalu memarkan apa yang mereka miliki, aku bukan penggila kekayaan seperti mereka, aku hanya ingin menjadi diriku yang bukan diperbudak dengan harta benda, seperti mereka. ketika semua telah berjalan dan ketika aku bahagia dengan semua yang ku jalani, ada saja aral melintang yang harus ku lewati, tak pernah ku merasa duka lara, semua hilang ketika aku berada disini, disuatu tempat yang menurut sebagian orang menyebalkan. disini aku bisa berbagi, tertawa, menangis, merasakan apa yang mereka rasakan dan tanpa ada rasa lelah. ya hidup dijalanan menjadi pilihanku, ketika semua memandang sebelah mata tentang aku namun aku tak akan pernah goyah dengan apa yang ku lakukan, bersama mereka dijalanan aku bisa melupakan semua pandangan negatip mereka.


disini jiwaku terpanggil, disini aku mengadu dan mencoba mengabdi,

menghibur mereka tanpa mengharap balasan apapun 

mencoba menjadi orang yang berguna

mencoba menjadi apa yang lain 

walau pandangan nyiyir kepadaku selalu ada 

membandingkan pendapatanku dengan yang lainpun ada

bahkan dari keluargaku sendiri 

namun aku tak akan goyah 

aku tetap akan berjalan disini 

sesuai dengan apa kata hati 

bukan untuk memperkaya diri

bukan untuk memamerkan diri 

tapi untuk berbagi bersama, membaur bersama, diantara mereka, 

canda tawa dan kepolosan yang terkadang membuatku tersentuh 

cukup bagiku apa yang telah Tuhan berikan kepadaku sedikit harta benda namun semua itu akan lenyap dalam sesaat, namun ketika harta yang bernama kebahagian itu telah hadir maka ia tak akan dapat lenyap 



Sabtu, 14 Januari 2012

sunyi

malam semakin larut

dingin sisa hujan hari ini masih terasa

semakin sepi dan sunyi

tak banyak aktipitas diluar sana

yang terdengar hanya suara senda gurau binatang malam

yang menemani jiwa yang kesepian

Minggu, 13 Maret 2011

Sebuah penghianatan

Sebuah asa yang kembali tercabik
Kembali terpuruk oleh kelakuan
Sebuah penghianatan dalam deru seorang kawan
Dalam sebuah kemunafikan
Yang terbungkus dalam kata-kata islamiah
Dalam ucapan-ucapan yang mengatas namakan Tuhan
Mengatas namakan sebuah persabatan
Kini aku sudah tak percaya lagi
Kini semua telah luntur oleh setitik perbuatanmu
Oleh sebuah kesalahan
Oleh sebuah ketepatan waktumu
Tuhan maha tahu
Dan jika tak berubah
Maka kamupun tak akan berubah menjadi baik . . .

Kesepian Jiwa

Hening yang terjadi
Diantara keramain orang-orang yang bersenda gurau
Rasa yang mulai terbayarkan
Dengan tetes-tetes air yang menumpuk ditepian
Bola-bola mata
Tatapan layu itu
Membawaku melayang jauh
Kembali teringat saat itu
Saat-saat yang penuh makna
Untuk awal yang tak berakhir
Untuk semua rasa yang pernah ada
Senda gurau yang kini telah lenyap
Bersama dengan kesepian yang merengguh jiwaku
Pusing akan semua . . .
Namun ku harus bangkit
Melawan kesepian dalam jiwa
Yang mulai meronta
Membangkitkan semangat

Minggu, 02 Januari 2011

untuk kesendirian

aku disini dalam kesendirian
dalam ramainya lalu lalang manusia
entah apa yang ku pikirkan
hanya ada nama dan sosoknya
yang kini mulai menghilang
entah-entah kemana
selamat pagi untuk semuanya
salam sayang untuknya
namun semua rasaku
dinistakan dengan
sebuah keegoan
rasa yang dulu ada
kini telah hilang
tanpa ada kata yang indah terucap
maapkan aku jika aku tidak indah
saat indah bersamamu
hanya tinggal kenangan . . .

Rabu, 29 Desember 2010

untuk kesendirian

aku disini dalam kesendirian
dalam ramainya lalu lalang manusia
entah apa yang ku pikirkan
hanya ada nama dan sosoknya
yang kini mulai menghilang
entah-entah kemana
selamat pagi untuk semuanya
salam sayang untuknya
namun semua rasaku
dinistakan dengan
sebuah keegoan
rasa yang dulu ada
kini telah hilang
tanpa ada kata yang indah terucap
maapkan aku jika aku tidak indah
saat indah bersamamu
hanya tinggal kenangan . . .

Minggu, 11 Juli 2010

sendiri dalam menikamti semua

Ku sendiri menikmati malam ini
Tanpa ditemani oleh bulan dan kerlip bintang 
Tanpa konser alam yang biasanya ramai
Hanya aku seorang 
Menatap langit yang sedikit ceria
Catatan-catatan masa lalu yang terbengkelai 
Mengingatakan aku tenteng sebuah kenekatan 
Yang kini telah hilang dari diriku
Yang terluka karena cinta 
Yang tak percaya lagi akan cinta
Cinta yang membuarku begini
Namun aku tak akan memaksakan 
Yang berlalu akan menjadi kenangan
Yang kembali terbaca olehku 
Entah . . .
Easa ini bercampur duka
Namun semua telah terjadi dan tak dapat terulang 
Semua hanya akan adadi dalam angan
Tangisku tak akan memuaskan semua anganku
Lembaran yang selalu menuliskan cerita cinta 
Cinta yang terlarang 
Dan semua nyata . . .

Sabtu, 09 Mei 2009

Kesendirianku . . .

Kenapa setiap ada pertemu pasti ada perpisahan
Setiap awal harus ada akhir
Kenapa ?
Aku kembali sendiri disini
Bimbang kepada semua yang ada
Kenapa ini harus terjadi pada diriku dan hidupku ?
Aku yang selama ini bimbang dengan satu hal
Semakin bertambah banayak saja yang membuat aku bimbang
Lain ke dalam hal yang akan menjadi sulit
Lain hal akan menjadikan semua mudah
Mudah sulit itu relatip
Kenapa semua harus aku ?
Aku yang menanggung ?
Menanggung semua yang belum tentu aku lakukan 
Semua orang tega dan tanpa perasaan . . . 
Tega meninggalkan aku . . .
Aku yang menangis
Menangis dengan kesendirianku
Yang aku rasakan samapai benar 
Benar terasa aku menangis sendiri
Sepi tiada teman yang mengerti
Mengerti tentang aku 
Aku yang . . .


Kamis, 09 April 2009

Sendiri

Malam tiada bintang
Sepi sendiri disini
Dalam gelap malam
Yang dingin aku sendiri 
Langit gelap dan tiada bintang
Hanya kunang-kunang yang berterbangan
Menggelilingiku disini

Malam yang sepi ini
Aku sendiri ditengah kepedihanku
Hanya ada rasa pilu yang menyelimuti hariku
Setiap malam ku sendiri

Ditepi semua keresahan yang ada
Air matapun menetes tanpa sengaja
Membanjiri bola mataku yang telah kering
Kering menatap semua yang ada

Satu persatu semua lenyap
Dari hadapanku
Yang aku sayangi dan yang
Tersayang

Tiada salah aku mencoba
Mencoba untuk melupakan semua
Yang telah membuatku menderita
Tapi . . .
Hidup tanpa cinta 
Bagikan sayur tanpa garam


Minggu, 08 Maret 2009

Sendiri

Malam yang dingin ini, aku mulai merasakan apa yang mereka rasakan. Dingin, sepi, sunyi sendiri. Yang biasanya aku sangat menyayanginya.

Sepi, sunyi, sendiri, dingin, tanpa adanya suatu kehangatan dari dalam seperti yang aku inginkan. Tak kan ada yang bisa dan menggantikan apa yang telah dia berikan padaku. Memang seorang manusia yang selalu menginginkan sebuah pelampiasan nafsu yang terkadang selalu membuat diri ini tersiksa. Tanpa adanya sebuah pelampiasa.

Sendiri yag terkadag membuata ku tersiksa. Semua yang aku lakukan hanyalah untuk memberikan yang terbaik dalam setiap apa yang kita miliki. Semua resa itu menjadi satu dalam hati ini dan selalu membuatku tersiksa. Tanpa adanya sebuah kesamaan.

Sepi, sunyi, sendiri.

Tanpa seorang yang sangat aku sayangi, aku seperti di dunia ini sendiri. Terkadang aku juga merasakan hal yang berbeda. Tanpa adanya seorang yang ku sayangi, semuanya berubah dengan cepat seperti kilat yang hanya beberapa detik berlalu.

Kesendirianku semakin terasa, detik demi detik berlalu sangat lambat. Lambat sekali. Bagaikan sang jarum enggan berpindah dari angka yang dia senangi.

Sepi, sunyi, sendiri dan dingin pagi ini. Hujan telah membuat hari ini sedikit dingin. Tanah semakin becek, jalan tanpa debu. Hanya ada tetes-tetes air dari kendaraan yang lewat dan membangun suasana dingin, lembab. Sang mentari sepertinya juga telah enggan memberikan sinar hangatnya untuk bumi ini. Tanpa kehadirannya banyak orang yang berkeluh kesah tapi jika sang mentari muncul banyak juga berkeluh kesah karena sang mentari terlalu berlebihan memberikan kehangatannya.