Tampilkan postingan dengan label dia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Januari 2012

Tentang Dia

Malam kembali sunyi

Hiruk pikuk mulai berkurang

Hanya sepi yang meninggalkan gelap malam

Seperti hatiku yang mulai sunyi

Tanpa seorang yang menemani

Duka telah ku nikmati

Rindu telah ku lewati

Namun pujaan hatiku masih ada disana

Jauh diluar sana

Sunyi sepi yang ku rasakan

Hanya ada sedikit asa

Tuk kembali meraih dirinya

Yang bagiku telah hilang

Namun sisa kenangan itu masih ada

Disini ditempat ini

Ku mengingat kenangan terakhirnya  

Selasa, 17 Januari 2012

Rindu Yang Tak Tersalurkan

ketika rasa rindu kembali hadir 
hanya sebuah bait lagu yang menemaniku 
malam ini tuk mengusir rasa rindu tersebut
tapi rindu ini sangat menggangguku 
walau tlah ku usir jauh-jauh
bukan maslaah siapa dia yang ku sayang dan ku rindu 
namun hanya masalah apa yang tak seharusnya terjadi
kenapa 
kenapa kamu tak mengetahuinya padahal ia ada di dekatmu 
apakah ini rasa yang tersembunyi
hanya kuduk yang berdiri setiap aku berdekatan denganmu 
udara dingin ini kan membawaku mendekat kepadamu
ingin ku peluk dan kucumbu dirimu 
namun aku tak dapat meraihmu 
hanya bayang tentangmu yang selalu terlukis indah
dalam angan-anganku
air mataku pun sudah tak berarti 
jarak adan alam yang berbeda ini membuatku sakit 
rindu yang tak tersalurkan
hasrat yang menggunung
tak akan pernah terpuaskan
tanpa hadirmu disini 
disampingku 

Selasa, 24 November 2009

Dia

Saat kelam malam datang

Saat kesunyian kembali menemaniku

Pancaran sang purnama

Saat sendiri menunggu . . .

Menunggu akan datangnya waktu yang tepat . . .

Tepat untuk mengungkapan semua asa . . .

Asa yang akan segera menjadi kenyataan

Walau aku harus merelakan sebagian hatiku . . .

Hatiku yang sedang gulana . . .

Kini setelah semua datang dan menjadi kenyataan . . .

Aku harus merelakan setengah hatiku . . .

Alau terasa perih yang menghujam jantungku

Tapi aku harus merelakan semua tentang dia . . .

Dia yang selalu ada dalam illusiku . . . 

Selasa, 28 April 2009

Untuk Adrie

Malam yang larut ini semakin aku berpikir 
Semakin sakit yang aku alami
Aku hanya dapat sakit dari mereka yang telah menyayagiku
Aku tidak pernah berharap untuk itu tapi aku kan berusaha untuk menjadi
Menjadi yang terbaik bagi semua 
Aku menagis malam ini hanya untuk dia seorang
Aku bukanlah seorang yang cengeng
Tapi aku terpaksa untuk dia . . .
Hanya untuk merubah sikap egoisnya yang selalu menyalahkan orang lain 
Tanpa melihat apa yang dilakukan itu salah atau benar . . .
Aku tahu . . .
Kamu memang benci denagn aku tapi 
Aku tidak relau untuk kamu hia di depan publik . . .
Semoga tuhan memberikan yang terbaik untukmu Adrie . . .