Kamis, 26 April 2012

Jangan samakan aku dengan yang lain, aku beda !!!

" bu, yah, jangan samakan aku dengan yang lain, mereka semua diberi oleh ibu dan ayah mereka. sedangkah ayah apa peduli dengan keadaanku ??? "

 

ya, seperti biasa sebuah perselisihan terjadi kembali malam itu hanya karena faktor uang. masalah yang terkadang membuatku semakin dewasa dengan pilihan dan pemikiran yang membuatku semakin mengerti akan apa arti sebuah keluarga. namun bagiku keluargaku bukan yang terbaik dan lebih banyak menonjolkan sebuah kehidupan yang serba mewah. aku sadar aku bukan siapa-siapa di keluarga keduaku, ketika ayahku kembali memperistri yang lain. 

namun aku tak ingin membuat mereka kecewa, semenjak dari sekolah menengah atas hingga kini aku jarang meminta seperti anak kebanyakan. aku sadar akan diriku, aku sadar dengan keadaan serta faktor ekonomi. namun bukan diriku jika aku tak mampu menutup biaya ku sendiri. bukan ingin sombong atau apalah kata orang, tapi inilah kenyataan. aku yang mengalami, aku yang merasakan dan aku yang menjalankan, 

sebgai buktinya adalah ketika aku ingin mencoba merantau keluar kota yang dinamakan dengan ibu kota. untuk epertama kali memang mereka yang memberikanku bekal walau tak seberapa namun itu ku hargai. kini ketika aku kembali ke kota ini dan disini aku kembali merintis karir, mulai dari kuli hingga yang dianggap orang itu sebuah pekerjaan yang menghasilkan uang banyak menurut pandangan mereka tapi kenyataan hanya popularitas yang kudapatkan.

aku tak munafik, aku lama di dunia broadcaster dan mengisi beberapa kegiatan yang diadakan disekolah menengah atas, tapi asal kalian tau aja, aku tak mematok harga atau menjual apa yang ku miliki, aku hanya ingin berbagi dengan semua, hingga pilihan itu ku jatuhkan pada sebuah hal yang menurut kalian tak menghasilkan. 

ya, berbagi cerita dengan mereka yang dijalanan yang ditelantarkan oleh kedua orang tuanya atau karena masalah dengan orang tuanya dan mereka milih untuk hidup bebas dijalanan, beratapkan langit dan beralaskan bumi. mungkin bagi sebagian orang akan memandang sebagai anak brutal atau anak yang tak mampu.

keadaan mereka bukan karena sebab, pelarian mereka menjadi seperti itu ketika semua telah berada di posisi puncaknya, 

bu, yah, kalian tau apa yang ada dalam pemikiranku ? kalian ingin tau kan ?

yah, sekarang setelah sekian tahun aku menyibukkan diri dengan semua pekerjaan kenapa aku tak pernah membeli apa yang ayah dan ibu pikirkan, sebuah motor.

yah, aku masih ingin seperti ini, hidup bebas dengan sepeda bututku. hidup bebas polusi dan tak menghamburkan uang.

yah, bu mungkin kesalahkan adalah ketika buku itu jatuh dan kalian melihat jumlah rupiah yang tertera disitu, 

bukan maksud aku untuk tak memberikan kepada ayah dan ibu, tapi apakah selama ini ayah peduli dengan keadaanku ? peduli dengan apa yang orang katakan kepadaku ? apakah ayah peduli, jawabannya tidak bukan. bahkan ayah lebih memilih dengan ibu yang baru. memang aku anak laki yah, aku bisa  mandiri dan harus mandiri, tapi waktu itu aku terlalu muda tuk mandiri, terlalu awal dan efeknya ayah dan ibu tau kan ?

jangan samakan aku dengan yang lain, aku beda !!!

" bu, yah, jangan samakan aku dengan yang lain, mereka semua diberi oleh ibu dan ayah mereka. sedangkah ayah apa peduli dengan keadaanku ??? "

ya, seperti biasa sebuah perselisihan terjadi kembali malam itu hanya karena faktor uang. masalah yang terkadang membuatku semakin dewasa dengan pilihan dan pemikiran yang membuatku semakin mengerti akan apa arti sebuah keluarga. namun bagiku keluargaku bukan yang terbaik dan lebih banyak menonjolkan sebuah kehidupan yang serba mewah. aku sadar aku bukan siapa-siapa di keluarga keduaku, ketika ayahku kembali memperistri yang lain. 
namun aku tak ingin membuat mereka kecewa, semenjak dari sekolah menengah atas hingga kini aku jarang meminta seperti anak kebanyakan. aku sadar akan diriku, aku sadar dengan keadaan serta faktor ekonomi. namun bukan diriku jika aku tak mampu menutup biaya ku sendiri. bukan ingin sombong atau apalah kata orang, tapi inilah kenyataan. aku yang mengalami, aku yang merasakan dan aku yang menjalankan, 
sebgai buktinya adalah ketika aku ingin mencoba merantau keluar kota yang dinamakan dengan ibu kota. untuk epertama kali memang mereka yang memberikanku bekal walau tak seberapa namun itu ku hargai. kini ketika aku kembali ke kota ini dan disini aku kembali merintis karir, mulai dari kuli hingga yang dianggap orang itu sebuah pekerjaan yang menghasilkan uang banyak menurut pandangan mereka tapi kenyataan hanya popularitas yang kudapatkan.
aku tak munafik, aku lama di dunia broadcaster dan mengisi beberapa kegiatan yang diadakan disekolah menengah atas, tapi asal kalian tau aja, aku tak mematok harga atau menjual apa yang ku miliki, aku hanya ingin berbagi dengan semua, hingga pilihan itu ku jatuhkan pada sebuah hal yang menurut kalian tak menghasilkan. 
ya, berbagi cerita dengan mereka yang dijalanan yang ditelantarkan oleh kedua orang tuanya atau karena masalah dengan orang tuanya dan mereka milih untuk hidup bebas dijalanan, beratapkan langit dan beralaskan bumi. mungkin bagi sebagian orang akan memandang sebagai anak brutal atau anak yang tak mampu.
keadaan mereka bukan karena sebab, pelarian mereka menjadi seperti itu ketika semua telah berada di posisi puncaknya, 
bu, yah, kalian tau apa yang ada dalam pemikiranku ? kalian ingin tau kan ?
yah, sekarang setelah sekian tahun aku menyibukkan diri dengan semua pekerjaan kenapa aku tak pernah membeli apa yang ayah dan ibu pikirkan, sebuah motor.
yah, aku masih ingin seperti ini, hidup bebas dengan sepeda bututku. hidup bebas polusi dan tak menghamburkan uang.
yah, bu mungkin kesalahkan adalah ketika buku itu jatuh dan kalian melihat jumlah rupiah yang tertera disitu, 
bukan maksud aku untuk tak memberikan kepada ayah dan ibu, tapi apakah selama ini ayah peduli dengan keadaanku ? peduli dengan apa yang orang katakan kepadaku ? apakah ayah peduli, jawabannya tidak bukan. bahkan ayah lebih memilih dengan ibu yang baru. memang aku anak laki yah, aku bisa  mandiri dan harus mandiri, tapi waktu itu aku terlalu muda tuk mandiri, terlalu awal dan efeknya ayah dan ibu tau kan ?

Rabu, 25 April 2012

Sisi Lain Kehidupanku




Neo Groovy Glagahsari

Inilah Kehidupanku Yang Tak Akan Sama Dengan Kalian

" semakin terusik dengan keadaan yang membuatku tak nyaman 

ketika semua menjadi satu namun tak pernah bersatu 

menjadi apa yang diinginkan "


entah kenapa dengan semua ini namun ku tak akan bertanya pasti dengan apa yang akan terjadi 

yang ku lakukan adalah yang ku inginkan, dalam sebuah angan yang tak pasti menurut kebanyakan orang dan mustahil menurut mereka. namun disini aku yakin jika aku akan bisa dengan semua keinginanku, semua yang ku lakukan tak akan memperngaruhi mereka, aku berjalan sesuai dengan apa yang telah tertuliskan untukku, aku bukan seperti mereka yang selalu memarkan apa yang mereka miliki, aku bukan penggila kekayaan seperti mereka, aku hanya ingin menjadi diriku yang bukan diperbudak dengan harta benda, seperti mereka. ketika semua telah berjalan dan ketika aku bahagia dengan semua yang ku jalani, ada saja aral melintang yang harus ku lewati, tak pernah ku merasa duka lara, semua hilang ketika aku berada disini, disuatu tempat yang menurut sebagian orang menyebalkan. disini aku bisa berbagi, tertawa, menangis, merasakan apa yang mereka rasakan dan tanpa ada rasa lelah. ya hidup dijalanan menjadi pilihanku, ketika semua memandang sebelah mata tentang aku namun aku tak akan pernah goyah dengan apa yang ku lakukan, bersama mereka dijalanan aku bisa melupakan semua pandangan negatip mereka.


disini jiwaku terpanggil, disini aku mengadu dan mencoba mengabdi,

menghibur mereka tanpa mengharap balasan apapun 

mencoba menjadi orang yang berguna

mencoba menjadi apa yang lain 

walau pandangan nyiyir kepadaku selalu ada 

membandingkan pendapatanku dengan yang lainpun ada

bahkan dari keluargaku sendiri 

namun aku tak akan goyah 

aku tetap akan berjalan disini 

sesuai dengan apa kata hati 

bukan untuk memperkaya diri

bukan untuk memamerkan diri 

tapi untuk berbagi bersama, membaur bersama, diantara mereka, 

canda tawa dan kepolosan yang terkadang membuatku tersentuh 

cukup bagiku apa yang telah Tuhan berikan kepadaku sedikit harta benda namun semua itu akan lenyap dalam sesaat, namun ketika harta yang bernama kebahagian itu telah hadir maka ia tak akan dapat lenyap 



sisi lain kehidupanku










Inilah Kehidupanku Yang Tak Pernah Sama Dengan Kalian

" semakin terusik dengan keadaan yang membuatku tak nyaman 
ketika semua menjadi satu namun tak pernah bersatu 
menjadi apa yang diinginkan "

entah kenapa dengan semua ini namun ku tak akan bertanya pasti dengan apa yang akan terjadi
yang ku lakukan adalah yang ku inginkan, dalam sebuah angan yang tak pasti menurut kebanyakan orang dan mustahil menurut mereka. namun disini aku yakin jika aku akan bisa dengan semua keinginanku, semua yang ku lakukan tak akan memperngaruhi mereka, aku berjalan sesuai dengan apa yang telah tertuliskan untukku, aku bukan seperti mereka yang selalu memarkan apa yang mereka miliki, aku bukan penggila kekayaan seperti mereka, aku hanya ingin menjadi diriku yang bukan diperbudak dengan harta benda, seperti mereka. ketika semua telah berjalan dan ketika aku bahagia dengan semua yang ku jalani, ada saja aral melintang yang harus ku lewati, tak pernah ku merasa duka lara, semua hilang ketika aku berada disini, disuatu tempat yang menurut sebagian orang menyebalkan. disini aku bisa berbagi, tertawa, menangis, merasakan apa yang mereka rasakan dan tanpa ada rasa lelah. ya hidup dijalanan menjadi pilihanku, ketika semua memandang sebelah mata tentang aku namun aku tak akan pernah goyah dengan apa yang ku lakukan, bersama mereka dijalanan aku bisa melupakan semua pandangan negatip mereka.

disini jiwaku terpanggil, disini aku mengadu dan mencoba mengabdi,
menghibur mereka tanpa mengharap balasan apapun
mencoba menjadi orang yang berguna
mencoba menjadi apa yang lain
walau pandangan nyiyir kepadaku selalu ada
membandingkan pendapatanku dengan yang lainpun ada
bahkan dari keluargaku sendiri
namun aku tak akan goyah
aku tetap akan berjalan disini
sesuai dengan apa kata hati
bukan untuk memperkaya diri
bukan untuk memamerkan diri
tapi untuk berbagi bersama, membaur bersama, diantara mereka,
canda tawa dan kepolosan yang terkadang membuatku tersentuh
cukup bagiku apa yang telah Tuhan berikan kepadaku sedikit harta benda namun semua itu akan lenyap dalam sesaat, namun ketika harta yang bernama kebahagian itu telah hadir maka ia tak akan dapat lenyap


Senin, 09 April 2012

Lara


Lalui masa sang kebencian
Tak pernah musnah
Luka jiwa tertikam cinta
Oleh perihnya
Sampai tiba terkuak rasa
Tabir itu terbuka
Dan menghantar jutaan getar
Pesona

Riang hati terbawa pergi
Ombak samudera
Gemuruhnya seolah akan membawa lara
Namun cinta semakin terhembas
Ditelan kenyataan
Badai tiba dan tiada kunjung reda

Menghindari bayangan
Ingkari perasaan
Menepismu dalam bisu
Merajut sembilu
Menusuk keinginan
Berjolak tak tertahan
Merasakan perpisahan
Satu percintaan dari masa silam
Bergelora dan kembali
Tetapi kini penuh semak, onak dan duri