diambil menggunakan kamera HP Nokia 6288 Megapixel oleh http://www.facebook.com/muhammadkhoirul.wahdin , http://faceplain.multiply.com/ dan oleh http://www.facebook.com/mustaqim.nurcahyo pada hari Minggu 10 Oktober 2011
Alam Indonesia begitu mempesona... Jangan ambil apapun selain gambar, Jangan bunuh apapun selain waktu, Dan Jangan tinggalkan apapun selain jejak. Mari lestarikan alam Indonesia... From Indonesia with love...
Rabu, 12 Oktober 2011
Jalan-jalan Ke Pantai Trisik Kulon Progo dan Bantul
diambil menggunakan kamera HP Nokia 6288 Megapixel oleh http://www.facebook.com/muhammadkhoirul.wahdin , http://faceplain.multiply.com/ dan oleh http://www.facebook.com/mustaqim.nurcahyo pada hari Minggu 10 Oktober 2011
Selasa, 19 Juli 2011
Rabu, 08 Juni 2011
Saras Dewi - Termanis
Kau datang hilangkan
Mendung yang selalu menaungi jiwa
kau pijaran Jingga
Nyala yang menerangkan gulita kalbu
Tak kuduga mimpiku tlah terwujud
Kau disini tuk lindungi
Jawaban atas cemas hati
Kutahu kalian tiada pernah bisa memiliki aku
Tetapi arti cintamu teristimewa
Kau yang termanis di dalam kisahku
Suara kepercayaan hati
Kau sibak kenyataan
Meskipun getir
Kau yang termanis di dalam kisahku
Ajari makna kehidupan
Perjuangkan angan tiada putus asa
Bijakmu kawan yang menuntunku
Kau pijaran jingga
Nyala yang menerangkan gulita kalbu
Tak kuduga mimpiku tlah terwujud
Kau disini tuk lindungi
Jawaban atas cemas hati
Selasa, 19 April 2011
Ku temukan dirimu disaat terakhir
Ku temukan dalam sebuah pertemuan
Dalam waktu-waktu
Yang hanya menunggu jam
Ku temukan suara candamu
Yang begitu menggoda
Walau aku tak kan mengerti
Apa yang kau maksud
Senyum mu yang kini hadir
Memberi keindahan dalam tiap-tiap waktuku
Sesaat setelah kepergianmu
Ku rasa seperti kehilangan
Namun bingkai-bingkai lukisan dirimu
Selalu ku genggam
Agar kau tak jauh dariku
Agar kau tak berpaling dariku
Hanya ini kusembahkan
Sebuah kata untukmu
Yang tak begitu indah
Yang tak sempurna
Setidaknya telah ku coretkan
Dalam waktu-waktu
Yang hanya menunggu jam
Ku temukan suara candamu
Yang begitu menggoda
Walau aku tak kan mengerti
Apa yang kau maksud
Senyum mu yang kini hadir
Memberi keindahan dalam tiap-tiap waktuku
Sesaat setelah kepergianmu
Ku rasa seperti kehilangan
Namun bingkai-bingkai lukisan dirimu
Selalu ku genggam
Agar kau tak jauh dariku
Agar kau tak berpaling dariku
Hanya ini kusembahkan
Sebuah kata untukmu
Yang tak begitu indah
Yang tak sempurna
Setidaknya telah ku coretkan
Rasa rindu
Lama tak bersua
Lama tak merasa
Hanya butiran air mata yang menghantarkan
Menghantarkan bulir-bulir rindu
Yang telah menyesak didada
Tak mungkin ku bersua
Tak mungkin ku bersetubuh
Hanya mimpi untuk saat ini
Ku berjalan entah kemana
Mengikuti langkah kaki
Mengalir bagai air
Menuju hilir
Melepas semua raga untuk dapat bersua
Namun semua sia-sia
Hanya kepedihan yang kembali merasuk dada
Menikmati sukma yang telah tiada
Dalam bingkai layar kaca . . .
Dalam alunan musik kesayangmu . . .
Yang dapat menghiburku
Lama tak merasa
Hanya butiran air mata yang menghantarkan
Menghantarkan bulir-bulir rindu
Yang telah menyesak didada
Tak mungkin ku bersua
Tak mungkin ku bersetubuh
Hanya mimpi untuk saat ini
Ku berjalan entah kemana
Mengikuti langkah kaki
Mengalir bagai air
Menuju hilir
Melepas semua raga untuk dapat bersua
Namun semua sia-sia
Hanya kepedihan yang kembali merasuk dada
Menikmati sukma yang telah tiada
Dalam bingkai layar kaca . . .
Dalam alunan musik kesayangmu . . .
Yang dapat menghiburku
Saat-saat cinta pergi dan datang
Saat relung-relung hatiku mulai membuku
Saat pintu-pintu cinta mulai ku tutup perlahan
Saat semua telah sendiri menemaniku
Memberikan ketenangan jiwa yang tak akan menggerutu
Namun ada secercah cahaya yang menghangatkanku
Memecah kesunyian
Membuka pintu-pintuku yang telah tertutup
Memberikan cinta dengan asa yang ada
Walau ku sadar . . .
Jarak kembali yang memisahkan . . .
Kini ku tak akan pernah mengerti
Akan sebuah cinta yang mungkin hanya angan untukku
Namun ku kan berusaha tuk menggapainya
Agar aku . .
Saat pintu-pintu cinta mulai ku tutup perlahan
Saat semua telah sendiri menemaniku
Memberikan ketenangan jiwa yang tak akan menggerutu
Namun ada secercah cahaya yang menghangatkanku
Memecah kesunyian
Membuka pintu-pintuku yang telah tertutup
Memberikan cinta dengan asa yang ada
Walau ku sadar . . .
Jarak kembali yang memisahkan . . .
Kini ku tak akan pernah mengerti
Akan sebuah cinta yang mungkin hanya angan untukku
Namun ku kan berusaha tuk menggapainya
Agar aku . .
Langganan:
Postingan (Atom)