Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Juni 2012

Masih Adakah Yang Peduli Dengan Dunia Anak ??

Masa lalu, masa kanak-kanak kita tak akan bisa langsung sirna dengan berjalannya waktu. Terkadang masa lalu itu yang membuat kita makin dewasa dan membuat kita semakin peduli dengan keadaan sekitar, terutama keadaan anak-anak yang mulai dewasa tetapi belum pada saatnya.


Mungkin saat kita dulu kecil, ditahun 90an masih banyak beredar lagu-lagu anak dan permainan tradisional yang sering kita mainkan. Siapa yang tak kenal dengan Puput Melati, Bonda Prakoso, Pandu Prapa, Enno Lerian, Melisa, Trio Laris, Trio Kwek-kwek, Ria Enes & Suzzan, Maissy Pramaisshela, Chikita Medy, dan masih banyak lagi.


Lagu-lagu mereka saat itu menjadi booming dan terkenal luas di Nusantara. tapi apa kabarnya sekarang dengan lagu anak yang dinyanyikan oleh anak-anak ?? Maish adakah yang peduli ?? Bahkan sekarang lebih banyak orang tua yang bangga jika anaknya bisa menyanyikan lagu-lagu dewasa padahal usia mereka masih 5 tahun. Miris sekali, disatu sisi perkembangan anak menjadi berloncatan tak beraturan. Liatlah sekeliling kita, makin banyak anak yang hapal dengan lagu " Iwak Peyek " ataupun " ABG Tua " padahal usia mereka masihlah 5 tahun. Coba tanyakan pada mereka apakah mereka mengenal lagu " Tik Tik Air Hujan " ataupun " Paman Datang " ??

Miris . . .

Tapi inilah yang terjadi. Inilah yang ada disekililing kita, banyak pihak yang sudah tak peduli dengan perkembangan mental anak-anak.

 

Jika kita peduli dengan perkembangan anak-anak kita, mari kita lestarikan dan mengembalikan kembali masa anak-anak di dunianya anak-anak dengan lagu anak-anak jangan sampai mereka mendewasa terlalu dini . . . 

Kamis, 24 Mei 2012

Maissy - Melati Putih ( 1st singgel )




singgel pertama dari maissy yang terkenal juga dengan acara tv-nya cilukba di sctv sekitar tahun 90'an

Rabu, 23 Mei 2012

ironisnya sebuah sepur klutuk


Sinten numpak sepur 

bayare setali

mung iki sepur dhur

tekan pasar legi 

ojo do suk sukan 

ngajeng tasih longgar

cedak nggon supiran

janji gelem mbayar 

monggo rodo geser 

anak kulo nangis

mergo kroso ngelih

mengjo ngejak mulih

e . . . e . . . tapak jaran tatu miring 

miring neng betawi 

ono ledhek mbuka topi

topi gone dhuwur

kreto api jare sepur

sepur mubeng minger

--- arasement ulang gamelist gamler ---


sebuah lagu dolanan anak atau lagu mainan anak yang keberadaannya sudah sangat jarang ditemui. apalagi dengan kondisi sekarang dengan maraknya industri musik yang semakin menyisikan lagu-lagu anak-anak. mungkin keprihatinan ini terjadi tidak hanya saya seorang namun banyak pemerhati anak yang mulai nanar dengan realita sekarang, bagiaman tidak ketika kita bertanya kepada anak-anak usia 7 sampai dengan 12 tahun mereka bahkan tak tahu akan lagu " sepur klutuk " ataupun lagu " cublak-cublak suweng ". sungguh ironis dibanyak negara lagu-lagu budaya kita dilestarikan namun di negara sendiri seakan lagu-lagu tersebut telah mati. 


Minggu, 28 November 2010

untukmu yang ku sayangi

malam tiada berbintang
hanya rembulan nan malu tuk menampakan dirinya
malam ini ku merindumu
walau telah bersua
namun kamu selalu memenuhi pikiranku
memenuhi sebagian dalam otakku
bayang senyummu
membuatku rindu
pelukan mesra dan tulusmu kini menyiksaku
tetes-tetes air mata mengalir kembali
hanya untukmu
rasa rindu ini tak terobati
inginku selalu bersamamu
inginku memilikimu
namun
semua tak mungkin
hanya rindu yang selalu menyiksaku
untukmu saynk