Tampilkan postingan dengan label purnama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label purnama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Maret 2011

Rindu Purnama

Senandung lembayung jingga sore itu
meninggalkan sejuta makna
diantara kebersamaan
canda tawa
kasih sayang
memberikan sebuah semangat baru
ketikan semua akan usai
tapi ku tak ingin usai
senandung purnama yang mulai bersinar
menyisihkan kelam kepada malam
sinaran nan indah menyapu kalbu
kerinduan akan sebuah kejujuran cinta
cinta sang purnama yang penuh keraguan
hingga tak terasa
fajar pun menyingsing
mengusir sang purnama
kedalam peraduannya
yang membuatku semakin bertanya
akan kasih yang diberikan untukku
dalam menemaniku malam-malam itu
oh purnamaku
akankah ku dapat menunggumu
ataupun sebaliknya
tetes air matapun mengalir
demi kamu
kebimbangan datang kembali
ketika ku tatap semua telah berlalu
hanya aku sendiri disini
mendengar teriakan ombak yang bekerjaan
dan siulan angin
yang membuatku menyiut
membekukan keberanianku
hingga aku tersungkur
diatas pasir yang bergoyang
dan gelap sudah pandangan ini
yang kulihat hanya seberkas sinar
yang menjemputku
untuk menemanimu
dimalam-malam yang dingin

Gamping, 160311

Selasa, 20 Juli 2010

purnama malam ini

Purnama malam nan indah

Memberikan suasana tenang

Larur dalam  kedamaian

Kerlip sang kunang-kunang begitu indah

Memberikan keindahan diatas danau

Bercampur dengan pantulan sang purnama

Nyanyian hewan-hewan malam begitu merdu

Mengajak kembali pulang kedalam kedamaian

Yang mungkin telah lama ditinggalkan

Dan kembai ku disini

Disebuah desa

Tanpa hiruk pikuk

Tenang dan memberikan kenyamanan

Malam yang semakin larut

Dingin yang kembali menyapu wajahku

Bersamaan angin malam yang berlalu

Membelai dengan lembut disini

Didahan pohon yang ku duduki

Kembali ku pandang kearah  danau

Masih terlihat sinar sang purnama

Namun ada sesuatu yang hilang

Entah kemana perginya

Ku susuri semua dengan kedua mataku

Yang mulai mengantuk

Sudut demi sudut

Dan jengkal demi jengkal

Tarian kunang-kunang yang telah tak ku lihat

Kini telah lenyap dari pandanganku

Ku turu dari tempatku duduk

Berjalan menenbus

Hamparan padi

Hanya bertatahkan sinar purnama

Nyanyian sang burung hantu membuatku tercengang

Diam

Tal bergerak dari tempatku berdiri

Mencoba menyusuri dengan pandangan mata

Namun tak ku temukan apapu n

Kembali ku menyusuri jalan setapak

Menikmati belaian sepoi-sepoi angin malam yang dingin

Ah, malam semakin larut . . .

Mata semakin mengantuk

Dan ku akhiri semua dengan senyum bahagia

Untukku

Untukmu

Dan untuk semua

 19 Juli 2010  08:45pm