Tampilkan postingan dengan label kangen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kangen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Mei 2012

jembatan rindu

" tiada lelah air mata. ku hanya bisa memandangmu, bingkai lukisan dirimu  "


telah lama ku kembali sendiri. tanpa seorang yang menemani. hanya dalam keterpurukan dan rasa yang mungkin telah mati, aku disini tak menyesal dengan apa yang telah ku lakukan, tiga tahun sudah ku tak bersua dengan dirinya. perubahan telah terjadi, kematangan emosional dan perubahan sikap telah mendewasakan. renggekan manjapun telah berubah. telah dilupakan diriku dalam kesehariannya, namun tak akan bisa melupakan sebuah memori yang telah terjadi. hingga kini, aku masih disini. masih menunggu kehadiranmu kembali walau itu sudah tak mungkin. sedikit kata untukmu ketika aku kembali teringat dirimu, tetesan air matapun tak dapat tertahankan. rinduku ingin bersamamu namun semua mungkin tak akan terjadi kembali, perbedaan yang kini memisahkan . . . 

Rabu, 16 Maret 2011

Rindu Purnama

Senandung lembayung jingga sore itu
meninggalkan sejuta makna
diantara kebersamaan
canda tawa
kasih sayang
memberikan sebuah semangat baru
ketikan semua akan usai
tapi ku tak ingin usai
senandung purnama yang mulai bersinar
menyisihkan kelam kepada malam
sinaran nan indah menyapu kalbu
kerinduan akan sebuah kejujuran cinta
cinta sang purnama yang penuh keraguan
hingga tak terasa
fajar pun menyingsing
mengusir sang purnama
kedalam peraduannya
yang membuatku semakin bertanya
akan kasih yang diberikan untukku
dalam menemaniku malam-malam itu
oh purnamaku
akankah ku dapat menunggumu
ataupun sebaliknya
tetes air matapun mengalir
demi kamu
kebimbangan datang kembali
ketika ku tatap semua telah berlalu
hanya aku sendiri disini
mendengar teriakan ombak yang bekerjaan
dan siulan angin
yang membuatku menyiut
membekukan keberanianku
hingga aku tersungkur
diatas pasir yang bergoyang
dan gelap sudah pandangan ini
yang kulihat hanya seberkas sinar
yang menjemputku
untuk menemanimu
dimalam-malam yang dingin

Gamping, 160311

Sabtu, 28 Februari 2009

Kangen

Terkadang rasa ini muncul begitu saja dan terkadang sirna oleh deru ombak yang ada dalam hati seoarng pecinta sesama.

Aku yakin, tidak ada yang sia-sia yang kita lakukan. Hanya saja terkadang pengorbanan kita itu tidak sesuai dimata orang lain yang mempunyai rasa berbeda. Memang kita tidak bisa mengatur semua orang untuk bisa seperti kita, tapi apakah kita mengabaikan bahwa Negara tercinta kita, Indonesia ini dibagun oleh beragam suku dan budaya ? Tanpa itu Negara kita tercinta ini mungkin tidak bernamakan Indonesia.

Aku banga sekali menjadi penduduk asli Indonesia tapi terkadang aku juga heran dengan masyarakat Indonesia.

Apakah salah jika aku sekarang mulai menyayangi seorang cowok ?

Salahkah aku ?

Sulit memang tapi inilah yang sekarang terjadi pada diriku yang semakin hari semakin jatuh hati dengan seoarng cowok, terutama cowok sunda. Tidak tahu mengapa tapi ada keunikan sendiri dari setiap cowok sunda. Bukan maslah bahasa yang terkadang roaming, tapi inlah pengalamanku yang pertama kali tertarik dengan cowok sunda.

Sebelumnya aku memang pernah jatuh hati dengan cowok Jogja yang mungkin sekarang dia sudah tidak lagi. Aku tahu semua memang ada prosesnya, terkadang kita harus memiliki dan terkadangh kita harus kehilangan. Hal yang wajar yang sering terjadi dalam kehidupan kita, seorang manusia.

Jika kita pernah ketemu pasti kita juga pernah berpisah. Jika kita memiliki pasti akan kehilangan.

Semua yang kita lakukan penuh dengan konsekuensi yang terkadang bagi kita merasakan hal yang tidak logis, tapi Tuhan mempunyai kehendak lain dari setiap kejadian itu.

Kenapa terkadang aku merasa kangen ? Karna aku pernah menikmati rasanya berjumpa dan memilikinya. Apa yang harus kulakukan pasti hanya satu yaitu menemuinya.

Aku belum siap untuk bertemu lagi dan yang aku takutkan adalah terkadang pertemuan itu menjadikan suatu bencana bagi diriku yang terkadang terlalu menggumbar rasa sayangku kepada semua orag yangku anggap itu yang bisa menerima aku apa adanya.

Walau sering kali aku salah tapi aku tidak pernah mengabsenkan diriku untuk hal yang satu ini. Apa kata orang itu terserah mereka. Mau aku dibilang seorang gay dan lain sebangsanya kau tidak akan marah dan yang menjadi kenyataan adalah aku seorang gay. Itu terkadang yang membuat aku menjadi bahan olokan dan celaan.

Aku tidak pernah menyerah untuk mencoba hidup didunia yang menurutku agak aneh dan lumayan menyeramkan, maklum masih baru dan mungkin banyak adri semua yang mengalami hal yang serupa.

Hu'uh , , ,

rasa kagen ini kembali hadir dalam benakku yang mulai mengantuk.

Sudah ah tidur dulu . . .