Alam Indonesia begitu mempesona... Jangan ambil apapun selain gambar, Jangan bunuh apapun selain waktu, Dan Jangan tinggalkan apapun selain jejak. Mari lestarikan alam Indonesia... From Indonesia with love...
Kamis, 31 Maret 2011
Rabu, 16 Maret 2011
Rindu Purnama
Senandung lembayung jingga sore itu
meninggalkan sejuta makna
diantara kebersamaan
canda tawa
kasih sayang
memberikan sebuah semangat baru
ketikan semua akan usai
tapi ku tak ingin usai
senandung purnama yang mulai bersinar
menyisihkan kelam kepada malam
sinaran nan indah menyapu kalbu
kerinduan akan sebuah kejujuran cinta
cinta sang purnama yang penuh keraguan
hingga tak terasa
fajar pun menyingsing
mengusir sang purnama
kedalam peraduannya
yang membuatku semakin bertanya
akan kasih yang diberikan untukku
dalam menemaniku malam-malam itu
oh purnamaku
akankah ku dapat menunggumu
ataupun sebaliknya
tetes air matapun mengalir
demi kamu
kebimbangan datang kembali
ketika ku tatap semua telah berlalu
hanya aku sendiri disini
mendengar teriakan ombak yang bekerjaan
dan siulan angin
yang membuatku menyiut
membekukan keberanianku
hingga aku tersungkur
diatas pasir yang bergoyang
dan gelap sudah pandangan ini
yang kulihat hanya seberkas sinar
yang menjemputku
untuk menemanimu
dimalam-malam yang dingin
Gamping, 160311
meninggalkan sejuta makna
diantara kebersamaan
canda tawa
kasih sayang
memberikan sebuah semangat baru
ketikan semua akan usai
tapi ku tak ingin usai
senandung purnama yang mulai bersinar
menyisihkan kelam kepada malam
sinaran nan indah menyapu kalbu
kerinduan akan sebuah kejujuran cinta
cinta sang purnama yang penuh keraguan
hingga tak terasa
fajar pun menyingsing
mengusir sang purnama
kedalam peraduannya
yang membuatku semakin bertanya
akan kasih yang diberikan untukku
dalam menemaniku malam-malam itu
oh purnamaku
akankah ku dapat menunggumu
ataupun sebaliknya
tetes air matapun mengalir
demi kamu
kebimbangan datang kembali
ketika ku tatap semua telah berlalu
hanya aku sendiri disini
mendengar teriakan ombak yang bekerjaan
dan siulan angin
yang membuatku menyiut
membekukan keberanianku
hingga aku tersungkur
diatas pasir yang bergoyang
dan gelap sudah pandangan ini
yang kulihat hanya seberkas sinar
yang menjemputku
untuk menemanimu
dimalam-malam yang dingin
Gamping, 160311
Minggu, 13 Maret 2011
Sebuah penghianatan
Sebuah asa yang kembali tercabik
Kembali terpuruk oleh kelakuan
Sebuah penghianatan dalam deru seorang kawan
Dalam sebuah kemunafikan
Yang terbungkus dalam kata-kata islamiah
Dalam ucapan-ucapan yang mengatas namakan Tuhan
Mengatas namakan sebuah persabatan
Kini aku sudah tak percaya lagi
Kini semua telah luntur oleh setitik perbuatanmu
Oleh sebuah kesalahan
Oleh sebuah ketepatan waktumu
Tuhan maha tahu
Dan jika tak berubah
Maka kamupun tak akan berubah menjadi baik . . .
Kembali terpuruk oleh kelakuan
Sebuah penghianatan dalam deru seorang kawan
Dalam sebuah kemunafikan
Yang terbungkus dalam kata-kata islamiah
Dalam ucapan-ucapan yang mengatas namakan Tuhan
Mengatas namakan sebuah persabatan
Kini aku sudah tak percaya lagi
Kini semua telah luntur oleh setitik perbuatanmu
Oleh sebuah kesalahan
Oleh sebuah ketepatan waktumu
Tuhan maha tahu
Dan jika tak berubah
Maka kamupun tak akan berubah menjadi baik . . .
Kesepian Jiwa
Hening yang terjadi
Diantara keramain orang-orang yang bersenda gurau
Rasa yang mulai terbayarkan
Dengan tetes-tetes air yang menumpuk ditepian
Bola-bola mata
Tatapan layu itu
Membawaku melayang jauh
Kembali teringat saat itu
Saat-saat yang penuh makna
Untuk awal yang tak berakhir
Untuk semua rasa yang pernah ada
Senda gurau yang kini telah lenyap
Bersama dengan kesepian yang merengguh jiwaku
Pusing akan semua . . .
Namun ku harus bangkit
Melawan kesepian dalam jiwa
Yang mulai meronta
Membangkitkan semangat
Diantara keramain orang-orang yang bersenda gurau
Rasa yang mulai terbayarkan
Dengan tetes-tetes air yang menumpuk ditepian
Bola-bola mata
Tatapan layu itu
Membawaku melayang jauh
Kembali teringat saat itu
Saat-saat yang penuh makna
Untuk awal yang tak berakhir
Untuk semua rasa yang pernah ada
Senda gurau yang kini telah lenyap
Bersama dengan kesepian yang merengguh jiwaku
Pusing akan semua . . .
Namun ku harus bangkit
Melawan kesepian dalam jiwa
Yang mulai meronta
Membangkitkan semangat
Tentang aku
Rinai hujan yang menenangkan
Rinai hujan yang menyejukkan
Dalam sebuah cerita yang dulu pernah usai
Kini terukir kembali
Mengingatkan akan sebuah cerita
Yang dulu belum usai
Kini tersambung kembali
Setelah hampir 1 tahun tak kabar
Kini muncul kembali
Menyibakkan keheningan kalbu
Menyalakan asa yang terpendam
Namun ku tahu semua
Tak ada yang akan terulang
Sama seperti dahulu
Namun aku kan merubah menjadi lebih baik lagi
Dan tak akan mengecewakan banyak orang
Aku telah belajar dari kesalahanku yang lalu
Rinai hujan yang menyejukkan
Dalam sebuah cerita yang dulu pernah usai
Kini terukir kembali
Mengingatkan akan sebuah cerita
Yang dulu belum usai
Kini tersambung kembali
Setelah hampir 1 tahun tak kabar
Kini muncul kembali
Menyibakkan keheningan kalbu
Menyalakan asa yang terpendam
Namun ku tahu semua
Tak ada yang akan terulang
Sama seperti dahulu
Namun aku kan merubah menjadi lebih baik lagi
Dan tak akan mengecewakan banyak orang
Aku telah belajar dari kesalahanku yang lalu
Sabtu, 12 Maret 2011
pemikat-pemikat pantai
Deburan ombak terdengar semakin mengeras
Daerah-daerah pesisir mulai gelap
Ditinggal pergi oleh surya
Nyala lampu-lampu minyak itu
Membawa
Semerbak harum parfun
Rayuan-rayuan penuh hasrat
Pakaian-pakaian mini
Menggugah napsu yang tertidur
Membangkitkan untuk segera
Dipuaskan oleh
Lekukan-lekukan dan erangan-erangan
Gejolak ranjang yang menuntut kepuasan
Gejolak hasrat yang tak terbendung
Sebagian gairah muda
Sebagian gairah pejantan
Gairah kewajaran untuk lelaki
Tak aneh
Jika ada pemuas-pemuas napsu itu
Daerah-daerah pesisir mulai gelap
Ditinggal pergi oleh surya
Nyala lampu-lampu minyak itu
Membawa
Semerbak harum parfun
Rayuan-rayuan penuh hasrat
Pakaian-pakaian mini
Menggugah napsu yang tertidur
Membangkitkan untuk segera
Dipuaskan oleh
Lekukan-lekukan dan erangan-erangan
Gejolak ranjang yang menuntut kepuasan
Gejolak hasrat yang tak terbendung
Sebagian gairah muda
Sebagian gairah pejantan
Gairah kewajaran untuk lelaki
Tak aneh
Jika ada pemuas-pemuas napsu itu
pemuas napsu
Entalah telah berapa lama
Tak berbuat melampiskan hasrat
Telah terbendung dalam kantung-kantung
Yang mulai penuh
Birahi-birahi yang memuncak
Menginginkan pelepasan
Untuk memuntahkan semua isi
Untuk melemaskan otot-otot yang mengeras
Melemaskan pikiran-pikiran yang mesum
Walau hanya sedikit hampar
Namun tak ingin sendiri
Mencari pemuas napsu yang haus
Akan muntahan-muntahan dari kantong-kantong yang penuh
Berbau anyir dan sedikit lengket
Tetes-tetes yang dapat melemaskan
Serta memuaskan gejolak birahi . . .
Tak berbuat melampiskan hasrat
Telah terbendung dalam kantung-kantung
Yang mulai penuh
Birahi-birahi yang memuncak
Menginginkan pelepasan
Untuk memuntahkan semua isi
Untuk melemaskan otot-otot yang mengeras
Melemaskan pikiran-pikiran yang mesum
Walau hanya sedikit hampar
Namun tak ingin sendiri
Mencari pemuas napsu yang haus
Akan muntahan-muntahan dari kantong-kantong yang penuh
Berbau anyir dan sedikit lengket
Tetes-tetes yang dapat melemaskan
Serta memuaskan gejolak birahi . . .
Langganan:
Postingan (Atom)