Alam Indonesia begitu mempesona... Jangan ambil apapun selain gambar, Jangan bunuh apapun selain waktu, Dan Jangan tinggalkan apapun selain jejak. Mari lestarikan alam Indonesia... From Indonesia with love...
Jumat, 01 Juni 2012
Negeri Dongeng Yang Tak Pernah Ada
Namun aku tak mau terlena dengan pemikiran-pemikiran prinsipil seperti itu. Dengan segenap kekuatan yang ada aku meneruskan langkah yang sudah ku lalui, hingga aku teringat akan suatu tempat yang tak pernah ada dan tak pernah terjadi, namun kita bisa ambil makna yang ada. tempat tersebut adalah Negeri Dongeng.
Dongeng itu tergolong sederhana dan menggunakan analogi yang ringan sehingga mudah sekali kita cerna dan kita maknai. Begini kira-kira cerita dinegeri dongen tersebut.
Seorang ayah dengan disaksikan anaknya melakukan hal yang aneh dan mungkin tak dapat dimengerti makna apa yang akan tersirat dari apa yang dilakukan oleh sang ayah.
Dengan santai ayah menjerang air hingga mencapai titik didih pada suhu 100 deratat Celcius, kemudian sang ayah memasukan buah wortel yang masih segar dan keras. Setelah beberapa saat wortel itu diangkat dan didinginkan dan wortel tersebut menjadi lunak.
Kemudian sang ayah memasukan sebutir telur kedalam panci tersebut. Setelah beberapa saat telur itu diangkat dan dikelupas kulit telur tersebut hingga menjadi keras.
Yang terakhir dilakukan sang ayah adalah memasukan bubuk kopi pahit dalam jerangan air tersebut. Setelah beberapa saat sang ayah kembali menuang air yang telah bercampur bubuk kopi pahit itu kedalam gelas dan sang anak semakin bingung dan sang anakpun bertanya, " Ayah, apa arti semua itu ? "
Sesaat kemudian sang ayah menjawab dengan sabar, " Kira-kira kamu ada diposisi yang mana ? Kamu mau keadaan yang mana? "
Ingin menjadi wortel awal mulainya keras dan sulit untuk dipatahkan, setelah mengalami perembusan menjadikan lembek.
Makna yang terkandung adalah pada awal kita kuat tetapi saat dihadapkan dengan permasalahan kita menjadi lemah, lemas dan cepat putus asa.
Ingin menjadi telur yang mulanya mudah pecah dan setelah direbus menjadikan ia keras.
Makna yang terkandung didalamnya adalah sebelum tahu apa-apa kita berbuat biasa saja dan ketika dihadapkan dengan permasalahan yang membuat hati kita tertutup dan hati mengeras tanpa bisa dikendalikan menjadi keras serta brutal.
Atau ingin menjadi bubuk kopi yang semakin lama direbus malah akan semakin nikmat pada proses perebusan.
Makna yang terkandung didalamnya adalah semakin banyak masalah yang dialami, maka kita akan bisa bertindak memecahkan masalah dan mengendalikan diri dengan berpikir jernih tanpa mengurangi kualitas yang ada.
Demikian sekelumit dongeng yang ada diatas. yang saya kira bisa memacu diriku untuk bisa bertindak lebih baik lagi untuk selalu bertindak menjadi orang yang kuat seperti bubuk kopi yang semakin tertekan menjadikan semakin bisa menghadapi masalah yang ada. Demikian pula dengan apa yang telah dipaparkan diatas, dimana keadaan dan kondisi serta proses yang sama telah dilewati namun hanya cara yang berbeda menghadapi masalah maka akan berbeda pula hasil yang diperoleh.
Kamis, 24 Mei 2012
Maissy - Melati Putih ( 1st singgel )
singgel pertama dari maissy yang terkenal juga dengan acara tv-nya cilukba di sctv sekitar tahun 90'an
Rabu, 23 Mei 2012
ironisnya sebuah sepur klutuk
Sinten numpak sepur
bayare setali
mung iki sepur dhur
tekan pasar legi
ojo do suk sukan
ngajeng tasih longgar
cedak nggon supiran
janji gelem mbayar
monggo rodo geser
anak kulo nangis
mergo kroso ngelih
mengjo ngejak mulih
e . . . e . . . tapak jaran tatu miring
miring neng betawi
ono ledhek mbuka topi
topi gone dhuwur
kreto api jare sepur
sepur mubeng minger
--- arasement ulang gamelist gamler ---
sebuah lagu dolanan anak atau lagu mainan anak yang keberadaannya sudah sangat jarang ditemui. apalagi dengan kondisi sekarang dengan maraknya industri musik yang semakin menyisikan lagu-lagu anak-anak. mungkin keprihatinan ini terjadi tidak hanya saya seorang namun banyak pemerhati anak yang mulai nanar dengan realita sekarang, bagiaman tidak ketika kita bertanya kepada anak-anak usia 7 sampai dengan 12 tahun mereka bahkan tak tahu akan lagu " sepur klutuk " ataupun lagu " cublak-cublak suweng ". sungguh ironis dibanyak negara lagu-lagu budaya kita dilestarikan namun di negara sendiri seakan lagu-lagu tersebut telah mati.
ironisnya sebuah " sepur klutuk "
topi gone dhuwur
--- arasement ulang gamelist gamler ---
sebuah lagu dolanan anak atau lagu mainan anak yang keberadaannya sudah sangat jarang ditemui. apalagi dengan kondisi sekarang dengan maraknya industri musik yang semakin menyisikan lagu-lagu anak-anak. mungkin keprihatinan ini terjadi tidak hanya saya seorang namun banyak pemerhati anak yang mulai nanar dengan realita sekarang, bagiaman tidak ketika kita bertanya kepada anak-anak usia 7 sampai dengan 12 tahun mereka bahkan tak tahu akan lagu " sepur klutuk " ataupun lagu " cublak-cublak suweng ". sungguh ironis dibanyak negara lagu-lagu budaya kita dilestarikan namun di negara sendiri seakan lagu-lagu tersebut telah mati.
Senin, 21 Mei 2012
tetes penyesalan
malam kembali hadir
mambawa kesunyian bagi jiwa yang mulai lelah
memberikan sebuah ketentraman dalam ketenangan
batin yang bergejolak
hati yang mulai layu
membawa tetes-tetesan air mata
pengharapan kepada Yang Maha Esa
menidurkan ego yang meninggi
membuka hati agar lebih lapang
namun ketika
semua dihadapkan dnegan kenyataan apa yang terjadi
tak akan ku percaya akan kekuasaan-Nya
yang terkadang tak berpihak kepadaku
namun semua ini telah berubah
apa yang menurutku baik belum tentu baik di mata-Nya
dalam sunyi malam ini
dalam kesendirian aku termenung
berintropeksi dengan apa yang telah ku lakukan hari ini
Tuhan terima kasih aku masih bisa menghirup udara untuk hari ini
rasa syukurku kepada-Mu yang dulu terlupakan
akan limpahan berkahmu
kini membuatku tersadar ketika ujian Engkau berikan kepadaku
tetesan air mata penyesalan ini
semoga membuatku semakin dekat kepada-Mu ys Robbi
tetes penyesalan
mambawa kesunyian bagi jiwa yang mulai lelah
memberikan sebuah ketentraman dalam ketenangan
batin yang bergejolak
hati yang mulai layu
membawa tetes-tetesan air mata
pengharapan kepada Yang Maha Esa
menidurkan ego yang meninggi
membuka hati agar lebih lapang
namun ketika
semua dihadapkan dnegan kenyataan apa yang terjadi
tak akan ku percaya akan kekuasaan-Nya
yang terkadang tak berpihak kepadaku
namun semua ini telah berubah
apa yang menurutku baik belum tentu baik di mata-Nya
dalam sunyi malam ini
dalam kesendirian aku termenung
berintropeksi dengan apa yang telah ku lakukan hari ini
Tuhan terima kasih aku masih bisa menghirup udara untuk hari ini
rasa syukurku kepada-Mu yang dulu terlupakan
akan limpahan berkahmu
kini membuatku tersadar ketika ujian Engkau berikan kepadaku
tetesan air mata penyesalan ini
semoga membuatku semakin dekat kepada-Mu ys Robbi
Kamis, 17 Mei 2012
tak sama itu indah
mungkin cara yang ku lalui memang berbeda tak seperti dengan kebanyakan mereka namun rasa ini mengalahkan nikmat yang biasa dilakukan dengan yang berlainan. kini ku mengerti akan sebuah seluk-beluk tentang kehidupan yang menyimpang yang sebelumnya juga pernah ku alami namun rasa yang ini berbeda, sangat nikmat.
seperti saling memiliki dan saling melengkapi. ia lebih mengerti aku dan begitu juga sebaliknya. namun kini jarak yang mungkin menjadi sebuah halangan.
aku yang kini seperti kehilangan sebuah belahan jiwa, disni hanya bisa menunggu. menunggu kabar darinya yang entah kapan bisa bertemu dan menuntaskan hasrat yang etrtunda ini. rasa didalam lucuk jiwa ini seperti terisi sembilu, terkoyak hingga semua terpisah namun penantianku tak kunjung usai . . .

