Sabtu, 05 Mei 2012

maaf tante, saya bukan kucing murahan


" maaf tante, saya bukan kucing murahan yang bisa tante pake seperti yang lain. saya masih punya harga dan selera yang berbeda serta saya tidak silau dengan harta benda tante. makasih telah ngatain saya dengan kata homo atau gay. dan jangan pernah berharap bisa bersua dengan saya kembali "

seperti biasa, resiko pekerjaan di bagain sektor publik. seorang operator warnet yang terkadang dipandang sebelah mata dan dianggap bisa dipake kapan aja seperti barang bagi mereka yang memandangku sebagai seorang kucing. terkadang keramahanku membuat petaka bagiku. terlalu sering bercakap dan menerima curhatan para pelanggan setia yang notabene adalah ibu muda yang masih kerajingan facebook dan twitter bahkan ada yang minta aneh-aneh.
bagiku wajar memberikan pelayanan yang terbaik untuk mereka karena mereka adalah pelanggan yang biasa memakai jasa warnetku tapi ada juga yang menggap aku bisa dipake, bahkana ada juga user pria yang sampe suka denganku dan terang-terangan ngomong ke aku kalau dia suka dengan aku
dan yang lebih parah lagi adalah kejadian saat aku menolak seorang cowok dan beberapa hari kemudia terjadilah suatu peristiwa dimana aku hampir saja ditelanjangi dan dinikmati tubuhku dikamar mandi. untungnya aku teriak dan ada yang mendengar walau aku telah setangah telanjang dan telah digerayangi dan di ciumi seluruh badanku.
maaf tante aku melayani tante sebagai pelanggan warnet bukan untuk melayani tante dibidang yang lainnya. aku bukan kucing yang bisa tante nikmati dengan bayar yang tante berikan. saya tidak silau dengan harta yang tante tawarkan. maaf jika saya terlaku cuek dengan tante karena saya sadar, saya bukan kucing seperti yang tante kira atau jangan samakan saya dengan kucing-kucing yang pernah tante gunakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar