Sabtu, 09 Juni 2012

Tanpa Disadari

Semenjak kepergianmu . . . Hidupku terasa hampa sekali . . . Ibarat langit malam, hanya ada rembulan tanpa bintang. Satu, dua, tiga dan empat tahun telah berlalu namun segala bayangan akan dirinmu masih tetap ada dalam benakku.

Telah banyak cara ku cuba untuk melupakanmu tapi sampai sekarang aku belum bisa melupakanmu, semua masih terlintas dalam benakku. Dalam ingtanku. Walau telah ku coba tuk melupakan dan tak menginjakkan kakiku ditempatmu kembali tapi itu terasa sulit.

Senja disore ini, ditempat ini, dipemberhentian ini aku kembali teringat dan saat ini aku bertemu dengan seseorang yang bernama sama. Kembali ingatanku melayang akan masa laluku. Deru ular besi itu tak membuyarkan lamunanku akan dirinya.

Walau hanya sesaat aku melihat fisikmu namun rasa yang ada telah merubah segala. Rasa cinta yang mulai muncul, bersemi didalam lubuk hati ini. Perjalananku selalu sama bersama dia, sama seperti dengan yang lalu. Namun rasa ini telah berbeda dan aku tahu bahwa rasa cintaku kepadanya belum bisa hilang hingga saat ini. Aku masih suka membandingkan dirinya dengan dia yang dulu pernah ada dalam hatiku, dirinya harus sama seperti dia.

Namun suatu ketika dia meninggalkanku, karena ia mungkin tak tahan dengan perlakuanku yang menyamakan dan membandingkan dengan yang ku punya dulu. Kini aku sadar dengan perlakuanku, karena setiap orang mempunyai sifat yang berbeda-beda. Aku udah tak mau kehilangan lagi orang yang ku sayangi lagi, pengalaman ini untuk terakhir. Aku tak mau kehilangan dirinya lagi.


Tanpa disadari mungkin kita terlalu sering menoleh kebelakang, padahal jalan yang kita tempuh ada didepan. Tanpa disadari mungkin kita selalu menuntut apa yang kita mau tapi kita tak mau tahu ataupun mengerti. Tanpa disadari mungkin kita selalu menyalahkan tapi tak mau disalahkan. Tanpa disadari mungkin kita selalu ingin dicintai tapi kita tak tahu bagaimana cara mencitai. Tanpa disadari mungkin kita selalu menuntut ketulusan cinta namun mungkin tuntutan itu yang membuat ke tidak tulusan cinta.

Mari kita renungkan, bagaimana rasanya kalau kita dibandingkan dengan seseorang yang sangat berarti dihati pasangan kita? Bagaimana rasanya kalau kita dituntut untuk menjadi apa yang diingkan pasangan kita? Bagaimana rasanya kalau kita selalau salahkan oleh pasangan kita namun kita tak pernah diberi kesempatan untuk menjelaskan? Bagaimana rasanya kalau kita selalu dipertanya akan sebuah ketulusan cinta oleh pasangan kita?

Mencinta dan menghargai seseorang karena kelebihannya adalah hal biasa, namun ketulusan dan menghargai seseorang karena kekurangannya itu adalah hal yang luar biasa . . .





Tidak ada komentar:

Posting Komentar