Jumat, 15 Oktober 2010

Bingkai Lukisan

hujan

kembali datang

membawa rintik-rintik air yang penuh dengan berkah

disaat semua merasakan panas yang tak menentu

disaat semua tenggelam diantara terik sang mentari

kini disaat aku datang menikmati rintik air

seperti  saat ini

seperti kembali disaat dulu

disaat semua masih teduh

diantara pohon-pohon yang rindang

deru air yang bercampur dengan angin

memberikan suara khas

namun kini

semua berubah

tak ada suara angin yang dulu

telah digantikan oleh rumah-rumah yang semakin meninggi

menghapuskan jejak-jejak pohon kenangan masa lalu

yang kini hanya bisa dilihat dalam lukisan-lukisan yang telah usang

dan dalam angan-angan yang masih sulit untuk terbaca kembali

bingkai-bingkai kenangan masa lalu itu memberikan sebuah kenangan

memberikan kenangan yang terkadang membuatku menangis

membutaku tertawa

namun semua tak mungkin untuk kembali

masa itu telah pergi

masa itu telah berganti

namun hati ini tak akan tergantikan

tak akan tergantikan oleh apapun

tetes air mata mengalir

meramaikan tetesan air hujan yang membasahi tubuhku

memberikan sebuah cerita tersendiri

disini

ditempat ini

aku mengingat kisah burukku

kisah dimana ini semua terjadi kepadaku

hingga aku menjadi seperti ini

menjadi seperti ini

tak dapat ku pungkiri bahwa semua telah berlalu

hanya ada kenangan yang menyisakan

kamboja itu masih seperti dahulu

tak ada yang berubah  . . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar