Selasa, 19 Oktober 2010

Larut Malam

malam semakin larut

menyapa kalbu yang mulai sepi

dan seakan membeku

tetes air mata kembali tak tertahankan

air mata telah membasahi pipiku

dan memberikanrasa kesedihan dalam kepiluan hati yang semakin dalam

kini saat-saat sendiri

menikmati kepiluan hati

disini

ditemani oleh penari malam serta nyanyian malam

namun semua itu tak dapat menghilangkan duka dan pilu dihatiku

telah lama ku memendam rasa ini

namun disini

hari ini

aku telah jenuh

tak kuasa ku menahan beban ini

mungkin bagian kecil ini

tak penting

namun ku ingin menghapus semua

kenangan masa lalu

tentang jalan yang pernah ku lewati

tentang aku

keluargaku, ayah dan bundaku

namun kata orang

ini hanyalah menambah beban

tak tahu kemana aku bercerita

hanya disini

ditempat ini

tempat ku melepas penat

diiring sapuan angin dan harmonisasi alunan nada

yang menenangkan jiwa

memberikan sebuah rasa untuk memberikan ketengan jiwa

dalam jiwa yang sepi

disini sendiri 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar