Jumat, 11 September 2009

Tangisan Sesal Seorang Pelacur

Tangisan ini kembali mengalir

Tangisan terakhir yang tak ada akhirnya

Walau aku tahu pekerjaan ku salah

Tapi aku tak mau memandang itu salah atau benar

Hanya air mata yang mengalir

Aku memanglah pelacur

Pelacur yang masih banyak diingkan oleh semua lelaki

Berapa lelaki yang telah meniduriku

Walau ada satu titik cahaya cinta yang datang

Rela akan memiliki ku walau aku cacat

Rusak dan tak berupa sekalipun

Apa kah itu cinta yang ku cari . . .

Aku tak pernah percaya akan cinta

Karena aku taleh menikmati kehidupan ku

Kehidupan sebagai seorang pelacur . ..

Yang tak akan pernah percaya akan cinta, Tuhan, dan takdir

Tapi kenapa semua pergi ketika aku percaya akan cinta

Semua tak pernah ada

Tak ada cinta

Tak ada lelaki

Tak ada wanita dan tak ada hidup

Hingga aku ingin mengakhiri hidupku

Waktu kecil aku merasa itulah kehidupanku yang sempurna

Walau pasangan kecilku itu telah pergi tanpa sebab

Kini aku yang tak percaya lagi akan cinta

Dihadirkan kembali dengan masa laluku

Dihadirkan kembali akan orang masa lalu ku yang telah lama pergi

Apakah kau hanya yakin kepada satu lelaki ini

Dan satu wanita yang kini hadir dalam hidupku

Apakah ini akan berlanjut lagi . . .

Hingga tak akan terpisahkan oleh sang waktu dan sang takdir

Walau aku sadar dengan semua kesalahan ku

Tapi aku yak bisa melupakan kesenangan saat aku melacur

Hingga aku seperti ini

Galau dalam semua tindakan ku

Hanya itu yang ada dalam diriku

Dia bukan dewi

Dia juga bukan sang dewa

Aku yang dulu pelacur murahan . . .

Tapi sekarang . ..

Aku ingin berubah

Melupakan semua kepalacuranku

Gombal yang bilang bila ada lelaki yang menghargai wanita

Hanya karena nafsu mereka begitu

Begitu juga wanita yang hanya memandang fisik lelaki . . .

Kita memang berhak

Untuk merasakan nikmat cinta

Bukan bercinta dengan pelacur murahan seperti ku

Tak berguna aku telah menangis semalam

Karena aku memang ditakdirkan sebagai seorang pelacur

Tak akan ada tangisan terakhir lagi sebelum aku mati

Tangisan penyesalan seorang pelacur

Tangisan yang tak berguna . . .

 

Kini semua tak ada gunanya

Semua kekuatan itu hanya palsu

Tak ada yang abadi

Kecuali kekuatan Tuhan

Kini aku percaya akan Tuhan

Yang memberikan aku cinta

Memberikan kidup dan takdir

Aku percaya itu.

Saat-saat yang dulu sulit untuk di lalui

Kini semua mimpi dan asa ku tak akan pernah terwujud . . .

Karena perasaanku telah . . .

Hanya untuk dia asa dan mimpi ku . . . 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar