Rabu, 08 September 2010

kupu-kupu

Kupu-kupu nan indah kembali menampakkan diri

Dimusim yang tak menentu ini

Antara panas dan hujan

Yang membuat semua berlalu

Dan banyak penyakit yang tumbuh dengan baik

Ku lihat keluar dari balik kaca pembatas

Diatas rumput yang segar karena hujan semalam yang baru berhenti

Sepasang kupu-kupu nan indah berkejar-kejar

Tanpa menghiraukan semua yang ada

Bermain diantara rumput yang basah dan bunga yang bermekaran

Hanya bunga rumput yang ada diluar sana

Melambai terhempaskan angin yang datang

Membawa hawa dingin

Kupu-kupu itu semakin banyak

Tak digubris walau disana ada sepasang manusia yang sedang bermesraan

Namun kemesraannya tak seperti pasangan kupu-kupu nan indah itu

Berkejaran dan menari-nari

Lama sudah aku tak pernah memandang pemandangan itu

Inginku berlari bersamaanya

Namun . . .

Ku hanya bisa memandang dari sini

Celoteh burung ku dengar kembali

Yang hampir tak pernah u dengarkan dikota

Burung yang bertebaran bebas

Bertengger diatas pohon palem dan cemara nan indah

Memberikan suasana nan sejuk

Tentram dan mengisi

Namun tiba-tiba

Angin kencang datang menggoyahkan semua yang ada

Burung yang bertengger telah pergi

Kupu-kupu yang berkejar-kejaran telah hilang

Entah kemana

Bunga illang terayun-ayun dengan gemulai

Langit mendadak murung

Seperti iri kepada beberapa kupu-kupu yang berkejar-kejar

Titik-titik air hujan mulai menetes

Membentuk danau-danau kecil di cekungan tanah

Mataku terus mencari

Ku berjalan mendekari kaca pembatas

Ku tatap dengan tajam diluaran sana

Namun tetap tak ada

Kemana mereka pergi

Haruskah aku menunggu lagi ia datang

Entahlah,

Bisik tetesan air hujan dan lebatnya membuatku tak dapat melihat

Kembali ku duduk disini

Melamun dan menanti semua kembali

 

Jogja, 28 Juli 2010 @ 01:28pm SMA ISLAM 1 YOGYAKARTA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar